Berita Lampung

Bocah Perempuan di Lampung Utara Idap Kerapuhan Tulang, Kayla hanya Bisa Duduk

Sang ibu, Karlina, warga Lampung Utara ini mengatakan penyakit kerapuhan tulang yang diderita Kayla baru diketahui sejak usia 2 tahun.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Kayla warga Jalan Mangga Besar, Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Lampung Utara mengalami kerapuhan tulang, diberi batuan dari Pemkab Lampung Utara, Rabu (1/2/2023). Bocah perempuan di Lampung Utara idap kerapuhan tulang, Kayla hanya bisa duduk. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Bocah perempuan umur 9 tahun di Lampung Utara, Kayla (9) didiagnosa mengalami kerapuhan tulang. 

Putri kedua pasangan Agus Setiawan (40) dan Karlina ini hanya bisa duduk saja di dalam rumah di kesehariannya akibat mengalami kerapuhan tulang.

Sang ibu, Karlina, warga Jalan Mangga Besar, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Lampung Utara ini mengatakan penyakit kerapuhan tulang yang diderita Kayla baru diketahui sejak usia 2 tahun.

Saat dilahirkan, kondisinya masih normal tidak menunjukkan gejala kelainan.

Melihat perkembangan anaknya yang lambat, memutuskan untuk melakukan terapi.

Baca juga: Kedapatan Pakai Narkoba, Pasutri di Lampung Utara Lampung Diciduk Polisi

Baca juga: Tingkat Kemiskinan Ekstrem di Lampung Tertinggi Ditempati Lampung Utara

Akan tetapi, terapi tidak berkelanjutan dikarenakan keterbatasan dana. 

“Meskipun berobat pakai BPJS tapi kan untuk ke Bandar Lampung butuh biaya. Biaya terbatas, akhirnya Kayla tidak terapi lagi,” jelasnya, Rabu (1/1/2023).

Ia mengatakan suaminya bekerja sebagai pengantar buah degan kepada penjual.

Sedangkan dirinya tidak bekerja sama sekali.

Di usia tiga tahun, dirinya memutuskan untuk ke dokter memeriksakan kondisi kesehatan anaknya.

Sebab, di usia tersebut Kayla belum bisa berjalan.

“Kami berobat ke salah satu rumah sakit di Kotabumi. Dokter diagnosa Kayla mengalami perapuhan tulang,” ujarnya.

Di rumah sakit itu, anaknya dirujuk ke Bandar Lampung dengan harapan dapat segera penanganan.

Seiringnya waktu berjalan, anaknya belum ada perkembangan.

Dalam setahun terakhir ini, anaknya belajar jalan dengan cara rambatan di tembok.

Akan tetapi, usahanya tersebut membuat beberapa bagian tulang kaki Kayla patah, hingga kakinya bengkok.

Dalam kesehariannya, Kayla hanya duduk di dalam rumah.

Jika ingin meminta sesuatu, hanya menunjuk ke arah benda yang dimaksud.

“Kalau makan, saya yang nyuapin. Begitu juga mandi, buang air besar dan kecil masih dipegangi,” katanya.

Selain Kayla, dirinya saat ini mengasuh kedua buah hatinya yang memiliki kesamaan tidak bisa berbicara.

“Kakaknya Syentia (12) juga gak bisa bicara. Dia sempat sekolah di SLB, tapi berhenti juga karena tidak ada yang jagain di sekolah,” katanya.

Mendengar adanya warga yang mengalami kesusahan, Wakil Bupati Lampung Utara Ardian Saputra langsung ke rumah orangtua Kayla.

Di saat itu, Ardian menanyakan ihwal anaknya tidak bisa berjalan.

Kemudian ia menyampaikan bantuan kepada keluarga Agus.

“Ini ada sedikit bantuan dari kami. Semoga Kayla bisa sembuh,” katanya. 

( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved