Berita Lampung

Klarifikasi Dokter RSUDAM Billy Rosan atas Kasus Meninggalnya Bayi Alesha

Dokter Billy Rosan memberikan klarifikasi soal kasus meninggalnya seorang bayi berusia dua bulan di RSUDAM, Bandar Lampung.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
KLARIFIKASI RSUDAM - Plt Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik RSUDAM, dr. Yusmaidi (kiri pakai peci) dalam konpers, Jumat (22/8/2025). Dokter Billy Rosan memberikan klarifikasi soal kasus meninggalnya seorang bayi berusia dua bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung.  Dia menduga kematian bayi bernama Alesha Erina Putri itu disebabkan adanya kesalahan dalam penanganan pascaoperasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Dokter Billy Rosan memberikan klarifikasi soal kasus meninggalnya seorang bayi berusia dua bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung. 

Dia menduga kematian bayi bernama Alesha Erina Putri itu disebabkan adanya kesalahan dalam penanganan pascaoperasi.

Menurut dokter Billy, operasi yang dilakukannya berlangsung lancar.

Dia menerangkan, tindakan operasi berjalan selama 2,5 jam, yakni pukul 11.30-14.00 WIB. 

Setelah itu, tim anestesi yang bertugas memonitor pasien.

"Saya sebagai dokter operator setelah selesai operasi masuk ke ruang pemulihan. Tim anestesi bekerja sejak awal mulai persiapan operasi sampai setelah operasi. Kemudian setelah itu, saya tidak ada berita lagi. Tidak ada pengaduan dari perawat," kata Billy, Jumat (29/8/2025).

Billy menjelaskan, satu hal yang membuat nyawa bayi itu tidak tertolong karena lambatnya penanganan.

Pada saat itu, Billy mengaku mendapat laporan kondisi si bayi sudah membiru. Ia pun langsung menginstruksikan perawat untuk memasukkan pasien ke ruang ICU.

"Ternyata ICU penuh. Saya bilang usahakan cari ruang ICU di rumah sakit lain. Artinya, saya punya usaha untuk menolong pasien ini. Tapi kan pasien BPJS tidak bisa pindah gitu saja," kata Billy.

"Saat itu pas saya kontak lagi, pasien sudah meninggal,” kata Billy. 

Billy menjelaskan, duduk perkara pembelian alat medis yang belakangan menjadi masalah.

Billy membantah tudingan dirinya disebut merayu orang tua pasien untuk membeli alat itu.

“Saya tidak pernah memaksa pasien untuk membeli alat itu. Saya hanya menawarkan opsi, dan ternyata dia mau. Jadi sekali lagi, tidak ada paksaan,” kata Billy. 

Ia pun mempertanyakan keputusan orang tua si bayi melaporkannya ke Polda Lampung. 

Padahal, kata dia, orang tua si bayi tidak pernah mengeluhkan tindakan medis yang dilakukannya selama ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved