Berita Lampung

Dinilai Cemari Lingkungan, Puluhan Warga Pekon Jambu Pesbar Gelar Aksi Tuntut Penutupan Tambak Udang

Puluhan warga Pekon Way Jambu, Pesisir Selatan, Pesisir Barat Lampung, berunjuk rasa menuntut penutupan tambak udang karena dinilai merusak lingkungan

Penulis: saidal arif | Editor: Teguh Prasetyo
tribunlampung/saidal arif
Puluhan warga Pekon Way Jambu, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat, Lampung, berunjuk rasa menuntut penutupan tambak udang yang dinilai merusak lingkungan, Rabu (15/2/2023). 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Dinilai merusak lingkungan, puluhan warga Pekon Way Jambu, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat, Lampung, berunjuk rasa menuntut penutupan tambak udang.

Dengan membawa poster berisi tuntutan, sekitar 100 warga mendatangi lokasi tambak udang yang berlokasi di Pekon Way Jambu.

Tuntutan warga dikarenakan limbah tambak menimbulkan bau yang tidak sedap.

Selain itu juga menyebabkan gatal-gatal pada kulit nelayan setempat, karena air limbah dibuang kelaut.

“Tuntutan kita satu visi, yaitu penutupan tambak udang  yang menyebabkan kerusakan lingkungan di desa ini," ucap Bangsawan Utomo, Kordinator lapangan peserta aksi, Rabu (15/2/2023).

Baca juga: Satpam Tambak Udang di Pesisir Barat Ditemukan Tewas Tenggelam, Polisi Tak Temukan Kekerasan

Sebelum, massa aksi menyampaikan tuntutannya, mereka memasang spanduk segel terhadap tambak udang tersebut.

Kemudian, massa meminta pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa serta aparat yang hadir untuk menandatangani spanduk tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan mereka.

"Semenjak tambak ini berdiri dari tahun 2010 hingga 2023, tidak banyak manfaat yang diterima oleh warga," ucap Korlap aksi.

Bahkan kata dia, semenjak tambak tersebut berdiri, malah memecah belah antarwarga.

Selain itu, tiap tambak udang panen, masyarakatlah yang menerima dampak akibat limbah yang dibuang ke laut.

"Jalan desa Pekon Way Jambu juga rusak akibat kendaraan milik perusahaan tambak udang," ujarnya.

Selayaknya kata Bangsawan, perusahaan harus memiliki Jalan berbeda dengan jalan umum yang biasa dilewati warga.

Lalu, massa aksi meminta pimpinan tambak udang untuk menemui mereka.

"Kami minta pimpinan tambak untuk menemui kami di sini dan mendengar tuntutan masa," imbuhnya.

Korlap aksi mengancam jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, maka mereka akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved