Mudik Lebaran
Pelindo Klaim Waktu Tempuh Panjang-Ciwandan Cuma 6 Jam
Pihak Pelindo Regional 2 Panjang mengklaim waktu tempuh dari Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Ciwandan dan sebaliknya selama enam jam.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang menyatakan siap melayani pemudik sepeda motor saat mudik Lebaran 2023.
Akan disiapkan satu dermaga di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung untuk penyeberangan pemudik sepeda motor ini.
Pihak Pelindo Regional 2 Panjang mengklaim waktu tempuh dari Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Ciwandan dan sebaliknya selama enam jam.
Hal itu diungkapkan Manajer Komersial Pelindo Regional 2 Panjang Miftah Fajrisal, mewakili General Manager Imam Rahmiyadi, saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (27/3/2023).
Sebelumnya, ada pemudik yang mengeluhkan lamanya durasi penyeberangan dari Ciwandan ke Panjang, yakni delapan jam.
Baca juga: Mau Mudik? Ini Besaran Tarif Tol Trans Sumatera 2023 Terbaru Golongan I
Lamanya waktu tempuh itu membuat para pemudik merasa bosan berada di dalam kapal.
Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengoperasikan Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung dan Pelabuhan Ciwandan, Banten saat mudik Lebaran 2023.
Nantinya, pemudik motor akan menyeberang dari dua pelabuhan ini.
Penyeberangan sepeda motor mulai akan dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan pada H-4 hingga H-1 Lebaran.
Sementara penyeberangan untuk arus balik dari Sumatera ke Pulau Jawa, pemudik motor akan dialihkan melalui Pelabuhan Panjang pada H+1 hingga H+7 Lebaran.
Selama ini, Pelabuhan Panjang dan Ciwandan merupakan pelabuhan barang.
Lebih lanjut Miftah mengatakan, dermaga untuk penyeberangan pemudik motor ini terletak di lingkungan Pelabuhan Panjang dengan panjang dermaga 377 meter.
"Dermaga C (dermaga yang disiagakan untuk angkutan mudik Lebaran pengendara motor) yang disiapkan, dermaga itu mampu menampung dua kapal besar sekali waktu," jelas Miftah.
Baca juga: Tiket Kapal di Pelabuhan Bakauheni Lampung untuk Mudik Idul Fitri Dipesan di Aplikasi Ferizy
Nantinya, dermaga tersebut akan beroperasi selama 24 jam penuh sehari, khususnya pada H-4 hingga H-1 Lebaran, serta H+1 hingga H+7 Lebaran nanti.
"Dermaga akan beroperasional 24 jam penuh dalam waktu yang telah diatur pemerintah untuk keperluan pelabuhan alternatif," sebut Miftah.
Selain dermaga, Miftah mengatakan, Pelindo Regional 2 Panjang juga menyiapkan lahan seluas 1,5 hektare sebagai buffer zone (zona penyangga) yang juga sebagai lokasi penukaran tiket kapal.
Lokasi penukaran tiket kapal disediakan dalam bentuk loket seperti exit gate.
Adapun loket tersebut disediakan sebanyak delapan unit.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk melayani kebutuhan penyeberangan di Pelabuhan Panjang nantinya.
"Di lahan itu juga ada semacam kios-kios dagang untuk menambah kenyamanan calon penumpang," imbuh Miftah.
Lebih lanjut ia mengatakan, waktu tempuh dari Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Ciwandan dan sebaliknya selama 6 jam.
Waktu tempuh itu selisih 3-4 jam dibandingkan dengan penyeberangan reguler di Pelabuhan Bakauheni-Pelabuhan Merak.
Sejauh ini, Pelindo Regional 2 Panjang menerima laporan akan ada tiga kapal ukuran besar yang akan digunakan dalam pelayaran rute itu.
Operasional pelayaran sendiri akan diatur oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP.
Termasuk di dalamnya harga tiket dan penyediaan armada kapal yang akan disediakan.
Mulai Sosialisasi
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu-Lampung Bahar Latief mengatakan, PT ASDP selaku operator tidak melarang mudik menggunakan sepeda motor.
Namun, pemudik motor ini menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan dan Panjang.
Untuk itu, pihaknya sudah mulai menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat.
"Untuk persiapan mudik tahun ini kami sudah mengatur jadwal kapal, merancang manajemen rekayasa lalu lintas, hingga pemanfaatan Pelabuhan Ciwandan dan Panjang untuk pemudik sepeda motor," kata Bahar, Senin.
Meski begitu, pihaknya berharap masyarakat lebih memilih mudik dengan kendaraaan roda empat atau umum.
Di sisi lain, pihaknya bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni telah melakukan kegiatan ramp check.
"Pelaksanaan ramp check ini dilakukan untuk memeriksa kapal-kapal. Baik dari administrasi maupun dari alat-alat keselamatan kapal dan lainnya," kata Bahar.
Tentunya, kata Bahar, kegiatan ini untuk memastikan para operator mengikuti dan melengkapi aturan-aturan yang termuat dalam ramp check. Sehingga, pelaksanan mobilisasi dan tranportasi dari Bakauheni-Merak maupun sebaliknya bisa lancar, aman, dan nyaman.
Bahar mengatakan, saat ramp check, pihaknya juga akan memeriksa alat keselamatan seperti sekoci dan pelampung.
Ini untuk memastikan jumlah sekoci dan alat keselamatan lainnya tersedia di atas kapal serta sesuai melebih jumlah penumpang kapal.
Bahar menyebut kegiatan ramp check ini dilakukan pada semua kapal yang ada di lintasan Bakauheni-Merak.
"Jumlah kapal 67 yang ada di lintasan Bakauheni-Merak, dan semua kita cek. Baik alat-alat keselamatan yang ada di atas kapal maupaun kelengkapan administrasinya," ujarnya.
Pemprov Siap
Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim siap mengantisipasi lonjakan kendaraan saat libur Lebaran 2023, khususnya di simpul transportasi pelabuhan laut.
Kesiapan mengantisipasi lonjakan kendaraan itu setelah diputuskannya untuk memfungsikan Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan alternatif penyeberangan laut pada masa libur Lebaran 2023.
"Pemaparan penyeberangan saat mudik Lebaran sudah dilakukan Pemprov Lampung beberapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, kemarin.
Pihaknya akan mematangkan persiapan tersebut bersama stakeholder terkait. Bambang mengatakan, koordinasi selanjutnya untuk memastikan jumlah kapal yang akan beroperasi di pelabuhan alternatif tersebut termasuk sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan Pelabuhan Panjang.
Bambang mengatakan, selain Pelabuhan Panjang di Kota Bandar Lampung, terdapat pelabuhan lain yang direncanakan akan dijadikan pelabuhan alternatif angkutan Lebaran 2023.
Pelabuhan tersebut yakni Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya Bojanegara.
Pelabuhan tersebut diprioritaskan untuk pengguna kendaraan yang melintasi jalur arteri timur dan tengah.
"Sehingga, insya Allah ada tiga line yang bisa melayani penyeberangan, mudah-mudahan tidak ada masalah," kata Bambang.
(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer/Dominius Desmantri Barus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Manager-Komersial-Pelindo-Regional-2-Panjang-Miftah-Fajrisal.jpg)