Pendaki Wajib Pahami Tips Aman Mendaki Gunung Agar Terhindar Sambaran Petir 

Untuk menghindari musibah tersambar petir seperti yang terjadi di Gunung Seminung Lampung Barat terulang, pendaki perlu memahami tips mendaki aman

Editor: soni
Pixabay/FelixMittermeier
Ilustrasi 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Untuk menghindari musibah tersambar petir seperti yang terjadi di Gunung Seminung Lampung Barat terulang, pendaki perlu memahami tips mendaki aman dan terhindar dari petir.

Sejatinya, tidak ada yang bisa menghindar saat musibah datang tiba-tiba.

Kejadian di Gunung Seminung dapat dihindari oleh para pendaki lainnya.

Sebab persoalan mendaki pastinya memiliki aturan yang wajib dipahami.

Baik bagi pendaki pemula maupun yang sudah mahir, tidak akan ada yang bisa melawan cuaca buruk.

Namun hal itu bisa dihindari dengan mengerti dan memahami edukasi tentang cuaca sebelum mendaki.

Simak inilah beberapa tips mendaki yang aman dan terhindar dari sambaran petir.

 

Baca juga: Jumlah Pendaki Saat Terjadi Sambaran Petir di Gunung Seminung Lampung Barat Ternyata 90 Orang

1. Bergegas Saat Tanda Cuaca Buruk Muncul

Sebelum terjadinya petir akan muncul pertanda seperti awan mulai gelap, suara gemuruh.

Tanda tersebut wajib dipahami bahwa kemungkinan petir akan terjadi.

Bagi para pendaki jangan menganggap remeh dengan pertanda cuaca. Lebih baik memilih untuk berteman.

Salah satu langkahnya ialah dengan memantau secara berkala prediksi cuaca yang dimuat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu bisa juga menanyakan kepada pihak penjaga pos yang standby di awal shelter pendakian.

Usaha ini menjadi salah satu langkah awal untuk bisa berteman dengan cuaca saat melakukan pendakian.

 

2. Saat Ada Petir Hindari Berteduh di Pohon Tinggi dan Towe Gede

Ketika kondisi cuaca buruk semakin parah dan petir mulai muncul maka segera ambil tindakan.

Kemas semua barang penting dan tinggalkan lokasi yang berada dekat pohon-pohon tinggi.

Pasalnya diungkap BMKG bahwa ada jenis petir slide flash yang akan menyambar pepohonan terlebih dahulu.

Maka dari itu, wajib menghindari pohon-pohon tinggi saat petir muncul.

Selain dari pohon tinggi, pendaki perlu menghindar dari lokasi yang dekat dengan tower atau pemancar.

Pasalnya ketika pemancar memiliki sifat konduktor yang akan membuat petir mudah mengalir.

Baca juga: Kondisi Korban Sambaran Petir di Gunung Seminung Lampung Barat Berangsur Membaik


3. Segera Turun dari Pendakian

Saat petir muncul diharuskan untuk segera menghentikan pendakian dan turun menuju tempat landai.

Sebab ketika berada di ketinggian akan lebih mudah terkena sambaran petir.

Oleh karena itu segera turun dari puncak atau lokasi yang berada di ketinggian yang dekat dengan awan.

BMKG menjelaskan bahwa ada jenis petir direct flash yang akan terjadi di tempat terbuka seperti puncak gunung.

Petir jenit itu akan langsung menyambar ke arah manusia yang berada di tempat terbuka.

 

4. Jangan Bawa Benda Logam di Badan dan Matikan Alat Elektronik

Selanjutnya pendaki harus menghindari membawa benda konduktor atau yang terbuat dari logam.

Sebab hadirnya logam bisa menjadi penghantar bagi aliran listrik jika terkena petir.

Resiko tersebut begitu besar terjadi ketika ada satu logam yang menempel di badan.

Seperti, gelang, kalung, cincin, anting-anting, tindik atau alat lainnya yang terbuat dari logam.

Pastikan semua barang yang terbuat dari logam terbungkus dengan material anti listrik seperti plastik atau kain.

Setelah itu matikan semua alat elektronik seperti ponsel, kamera, GPS tau lainnya.

Hal itu perlu dilakukan karena petir membawa muatan negatif dari awan akan mencari muatan positif yang ada di gunung.

Maka ketika barang elektronik ada yang menyala bisa menjadi sumber pemikat petir.

 

5. Bangun Shelter Sebagai Tempat Berteduh

Solusi yang bisa dilakukan ketika petir muncul saat mendaki ialah membangun shelter.

Langkah tersebut akan membuat pendaki bisa mendapatkan perlindungan dari petir dan juga hujan.

Untuk itu perlu edukasi supaya bisa memahami pembuatan shelter yang baik dan benar saat pendakian.

Shelter sendiri tak asing bagi para pendaki. Bisa dibuat dari terpal, atau pun sesuatu yang memiliki kelebaran lebih.

Namun ketika di alam, terdapat shelter alami yang dibuat untuk berlindung.

Seperti gua atau tempat yang memiliki atap supaya bisa berlindung.

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved