Berita Lampung
DLH Lampung Timur Minta Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan
Tempat pembuangan sampah di Pasar Rakyat Pekalongan Kabupaten Lampung Timur kondisinya sangat memprihatinkan.
Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Tempat pembuangan sampah di Pasar Rakyat Pekalongan Kabupaten Lampung Timur kondisinya sangat memprihatinkan.
Sejumlah warga yang berkunjung untuk belanja kebutuhan pokok di pasar Pekalongan Kabupaten Lampung Timur mengeluhkan kondisi sampah.
Pantauan Tribun Lampung di lokasi, tepatnya di bagian belakang pasar Rakyat Pekalongan Lampung Timur, terlihat sampah berserakan di luar bak sampah.
Kondisi belakang pasar yang berdepanan dengan pedagang daging dan makanan, terlihat cukup becek.
Cairan sampah berwarna hitam yang tercecer di lokasi itu, membuat beberapa masyarakat yang melintas, harus menjinjit untuk melintasi jalur itu.
Salah satu warga yang berbelanja di pasar Rakyat Pekalongan, Trihadi (24), mengaku tidak nyaman berkunjung ke Pasar Pekalongan tersebut.
Menurutnya, lokasi tempat pembuatan sampah atau bak sampah yang tersedia terlalu dekat dengan pedagang makanan.
"Lokasi bak sampah juga tepat di atas tanah. Jadi kalau hujan sebentar becek, di tambah sampah organik sampah di sini, jadi nggak nyaman dilihat ketika lewat," ujarnya, Selasa (20/6/2023).
Iya mengatakan, dengan kondisi yang jorok tersebut, membuat pegangan yang ada di sekitar bak sampah jadi minim pembeli.
"Apalagi jika menjual makanan atau sayuran, kotor dan pasti bau sampah," tambah nya.
Sementara, Plt Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Timur, Siti Maidasuri, mengaku pihaknya sudah sangat intens melakukan pengangkatan sampah yang ada di setiap wilayah di Lampung Timur, termasuk di Pasar Pekalongan.
"Kita sudah ngangkat seminggu tiga kali, itu dilakukan rutin agar tidak ada penumpukan atau over kapasitas," katanya.
Menurutnya, soal kebersihan pasar ada pada Dinas Perindustrian dan Pedagangan Lampung Timur.
"Kalau tugas pokok dan fungsi, kami hanya menyediakan bak sampah, lalu mengangkutnya dengan rutin, agar di pasar itu ada pembuangan sampahnya," lanjutannya.
Pihaknya juga banyak menerima aduan, terkait masyarakat yang sembarangan membuang sampah tidak pada tempatnya.
"Masyarakat juga banyak yang cuma asal lempar sampah, tapi tidak pada tempatnya. Itu yang membuat sampah berceceran," katanya.
Pihaknya mengimbau, agar masyarakat juga dapat bersama-sama menjaga apa yang sudah disediakan.
"Ini menjadi tanggung jawab bersama. Saya imbau juga agar masyarakat, bukan hanya di Pasar Pekalongan, tapi Lampung Timur, untuk membuang sampah pada tempatnya, terutama jika bak sampah sudah disediakan," imbaunya.
Ia juga menjelaskan kondisi tempat pembuangan sampah akhir (TPAS) yang ada di Lampung Timur.
Menurutnya saat ini cuma hanya ada satu mobil eskavator yang tersedia untuk mengelola di TPAS.
Namun, ia juga menilai luas TPAS 3,5 hektare yang ada masih bisa menampung sampah hingga lima tahun ke depan.
"Kalau lima tahun ke depan masuk cukup dengan luas 3,5 hektare yang tersedia. Sementara. untuk pengelolaan sampah masih manual. Semoga tahun depan bisa sanitasi renfild," pungkasnya.
Sementara, hingga saat ini, masih belum ada komentar dari Dinas Perindustrian dan Pedagangan Lampung Timur.
(Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Tempat-pembuangan-sampah-di-Pasar-Rakyat-Pekalongan.jpg)