Polda Lampung

Polres Lambar Polda Lampung Minta Korban Perundungan Berani Bersuara

Jajaran Polda Lampung meminta korban perundungan berani bersuara untuk memutus rantai bullying di lingkup sekolah khususnya.

Istimewa
Polres Lampung Barat edukasi pencegahan bullying di hadapan pelajar SD 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Jajaran Polda Lampung meminta korban perundungan berani bersuara untuk memutus rantai bullying di lingkup sekolah khususnya.

"Korban bullying harus berani melawan segala bentuk bullying yang dilakukan pelaku," kata Kasat Binmas Polres Lampung Barat, Polda Lampung, AKP Suherman, Senin (17/7/2023)..

“Jika dibully tetaplah percaya diri dan hadapi dengan berani, bisa disimpan semua bukti bullying yang terjadi pada kalian,” sarannya.

Setelah itu korban bisa laporkan kepada orang dewasa yang dekat dan dipercaya.

“Laporkan kepada pihak yang bisa menjadi penegak hukum di lingkungan terjadinya bullying, seperti kepala sekolah, guru dan tokoh masyarakat," kata dia.

"Jika kalian melihat bullying pun jangan diam,” pintanya.

Baca juga: Kronologi Bocah 14 Tahun Curi Uang Rp 30 Juta Diungkap Jajaran Polda Lampung

Baca juga: Pelaku Asusila Anak Bawah Umur Digelandang ke Polres Lamtim Polda Lampung

Berusahalah untuk mendamaikan serta beri dukungan terhadap korban.

Tentunya hal itu dilakukan agar dapat memulihkan rasa percaya dirinya kembali dan mendampinginya agar tetap bertindak positif.

Terakhir perlu peran dari orang terdekat pelaku untuk menyadarkannya dari perilaku tidak baik tersebut.

“Bicaralah dengan orang terdekat pelaku bullying sehingga dapat memberikan perhatian dan masukan kepada pelakunya,” ujar dia.

Pembekalan yang diberikan Polres Lampung Barat terkait edukasi pencegahan bullying itu dilaksanakan di SDIT Daarul Qudwal, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat.

Polres Lampung Barat (Lambar) memberikan edukasi pencegahan bullying ke anak sekolah dasar (SD) di awal ajaran baru.

Bullying merupakan suatu tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang.

"Biasanya tindakan itu dilakukan secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tak berdaya," ucapnya.

Bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah yakni bullying verbal yang biasanya terlontar melalui kata-kata tidak menyenangkan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved