Berita Lampung

Kemenkominfo Segera Bangun BTS di Lampung Barat

Kabid Aplikasi Diskominfo Pemkab Lampung Barat Iskandar mengatakan, ada beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat bersama Kemenkominfo secara vir

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Ilustrasi. Kemenkominfo bakal membangun BTS di sejumlah pekon blank spot yang ada di Lampung Barat. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Dalam waktu dekat, tidak ada lagi pekon atau desa di Lampung Barat yang mengalami blank spot alias tidak ada sinyal seluler dan internet.

Apalagi persoalan itu sudah mendapat perhatian dari Kemenkominfo.

Hal itu menyusul rapat bersama yang digelar Kemenkominfo bersama Diskominfo Pemkab Lampung Barat dalam rangka pembahasan lanjutan terkait usulan pembangunan base transceiver station (BTS) di sejumlah pekon blank spot.

Kabid Aplikasi Diskominfo Pemkab Lampung Barat Iskandar mengatakan, ada beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat bersama Kemenkominfo secara virtual ini.

“Dalam rapat bersama Kemenkominfo RI pagi tadi intinya membahas sinkronisasi data yang sudah disampaikan pemda sebelumnya,” ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis (20/7/2023).

“Sinkronisasi itu berupa titik koordinat pekon yang diusulkan, nama pekon, lokasi dari kabupaten terkait,” sambungnya.

Kemudian, lanjut Iskandar, dilakukan juga sinkronisasi keberadaan BTS yang eksis di wilayah setempat.

Setelah itu data teknis BTS terdekat dan terakhir keberadaan infra telekomunikasi pendukung lainnya seperti backbone FO dan microwave link jika ada.

Selain pihaknya dan pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Kemenkominfo, terdapat empat provider atau operator yang ikut dalam pembahasan itu.

“Karena memang diperlukan juga partisipasi dari beberapa provider seperti Telkomsel, Indosat, XL dan Smart Telecon,” katanya.

Selain itu, ungkap Iskandar, pihaknya saat ini juga sudah mengusulkan sebanyak delapan pekon di Lampung Barat yang akan dilakukan pembangunan BTS.

Antara lain Pekon Kubu Perahu di Kecamatan Balik Bukit, Pekon Tebaliokh di Kecamatan Batu Brak, Pekon Batu Api, Pahayu Jaya, Sidodadi, Pagar Dewa di Kecamatan Pagar Dewa, serta Pekon Sukajadi dan Suka Damai di Kecamatan Air Hitam.

“Di antara pekon-pekon tersebut diketahui ada yang masuk ke dalam program pembangunan BTS 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan non-3T,” ungkap Iskandar.

“Untuk Pekon Batu Api Kecamatan Pagar Dewa masuk ke dalam 3T atau P3. Sedangkan Pekon Sukajadi dan Sukadamai masuk ke dalam kategori P1,” terusnya

Bisa diartikan Pekon Sukajadi dan Sukadamai tersebut nantinya hanya dilakukan penguatan sinyal seluler dari existing BTS terdekat.

“Namun untuk pekon lainnya yang berjumlah 5 pekon, mereka masuk ke dalam kategori P2 atau non 3T,” kata dia.

“Jadi jika nanti terealisasi, nantinya akan dilakukan pembangunan infrastruktur baru atau BTS di pekon tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata dia, rapat yang digelar dalam pembahasan program pembangunan BTS ini akan digelar selama dua hari terhitung mulai hari ini, Kamis (20/7/2023) hingga Jumat (21/7/2023).

Setelah itu pihak pemerintah pusat akan menyampaikan hasil pembahasan dan akan masuk ke tahap selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan blank spot yang masih dialami warga di beberapa pekon yang ada di Lampung Barat akhirnya mulai menemukan titik terang.

Kepala Diskominfo Pemkab Lampung Barat Munandar mengatakan, pihaknya beserta tujuh peratin dari beberapa pekon blank spot yang ada di Lampung Barat telah melakukan audiensi melalui zoom dengan pihak Kemenkominfo beberapa waktu lalu.

“Waktu itu tepatnya Selasa (27/6/2023) kami telah melakukan audiensi untuk membahas permasalahan blank spot di Lampung Barat ini,” kata dia.

“Kami telah kumpulkan peratin-peratin yang daerahnya masih merupakan wilayah yang terbilang blank spot,” sambungnya.

Beberapa peratin tersebut antara lain Peratin Pekon Kubu Perahu Kecamatan Balik Bukit, Peratin Pekon Tebaliokh Kecamatan Batu Brak.

Kemudian Peratin Pekon Pahayu Jaya, Sidodadi, Pagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa, dan terakhir Peratin Pekon Sukajadi dan Suka Damai Kecamatan Air Hitam.

Munandar menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah mengusulkan delapan pekon untuk dilakukan pembangunan BTS non-3T (tertinggal, terdepan, terluar).

 “Namun ada satu pekon yakni Pekon Batu Api yang tidak masuk ke dalam program pembangunan BTS non-3T itu,” jelas Mundandar.

“Pekon tersebut sudah masuk ke dalam kategori P3 atau 3T karena tidak ada listrik, jadi mereka masuk ke dalam program BAKTI Kominfo,” tambahnya.

Terkait hasil audiensi bersama Kemenkominfo, ungkap Munandar, pihak peratin yang bersangkutan telah melakukan beberapa pemaparan.

Pemaparan tersebut antara lain seperti verifikasi data potensi desa, keadaan geografis, dan titik koordinat desa.

“Jadi dari pihak Kementerian nanti akan melihat potensi yang mana yang akan didahulukan daei hasil pemaparan tersebut,” ungkap dia.

“Tentunya dengan beberapa pertimbangan dari pemaparan terkait penjelasan kondisi geografis pekon atau desa beserta titik koordinatnya,” terusnya.

Dari 8 pekon yang sebelumnya telah diusulkan, kata dia, Pekon Sukajadi dan Sukadamai masuk ke dalam kategori P1.

Dengan demikian kedua pekon tersebut nantinya hanya dilakukan penguatan sinyal seluler dari exiting BTS terdekat.

“Namun untuk pekon lainnya yang berjumlah 5 pekon, mereka masuk ke dalam kategori P2 atau non-3T,” kata Munandar.

“Bisa diartikan, jika terealisasi, nantinya akan dilakukan pembanungan infrastruktur baru atau BTS di pekon tersebut,” sambungnya.

Lebih lanjut, jelas Munandar, setelah dilakukan audiensi ini pihak kementerian akan segera melakukan survei lokasi pada bulan Agustus 2023.

Nantinya pihak kementerian akan turun langsung untuk mengecek pekon-pekon yang masih terbilang blank spot di Lampung Barat.

“Mereka survei lokasi dulu untuk melihat pekon mana saja yang mempunyai potensi untuk didahulukan,” jelas dia.

“Semoga dari kegiatan survei itu juga nantinya bisa memberikan hasil yang positif untuk mengatasi masalah blank spot di kabupaten ini,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved