Kecelakaan Kereta di Lampung Selatan

Kejadian Mobil Tertemper Kereta di Natar Lampung Selatan Sudah 2 Kali

Kejadian mobil tertemper (tertabrak) kereta di perlintasan KM 26+23 Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan dua tahun lalu pernah terjadi.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Masdiana (34) jelaskan kejadian Xenia silver BE 1182 VT tertabrak kereta babaranjang di Jalan Sebiay, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. 

Tribunlampung.co.id, Lampung SelatanKejadian mobil tertemper (tertabrak) kereta di perlintasan jalan dengan rel kereta api di KM 26+23 Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan sudah dua kali terjadi. 

Menurut Masdiana, warga Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan kejadian mobil tertemper kereta sebelumnya terjadi pada dua tahun lalu. 

Kini mobil tertemper kereta terjadi lagi di perlintasan jalan dengan rel kereta api KM 26+23 Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan, pada Senin (31/7/2023) pukul 12.34 WIB. 

Saksi mata kejadian Masdiana (34) mengaku kaget dengar dentuman keras kereta babaranjang hantam Daihatsu Xenia silver BE 1182 VT, Senin (31/7/2023). 

"Jadi kejadian kereta babaranjang dengan Xenia itu terjadi pada pukul 12.45 WIB saat saya sedang istirahat," kata Masdiana, saksi mata kejadian saat diwawancarai Tribun Lampung di dekat lokasi kejadian. 

Ia mengatakan, dirinya pada saat itu sedang di rumah dari berjualan dekat lokasi kejadian. 

"Sempat terdengar suara benturan keras satu kali dan saya langsung keluar rumah," kata Masdiana.

Ia mengatakan, dirinya saat kejadian kecelakaan sedang istirahat di rumah. 

"Sempat terlihat di jendela rumah mobil Xenia tersebut tertabrak kereta babaranjang, mobil Xenia itu setelah tertabrak kereta api juga menabrak posko penjagaan," kata Masdiana. 

Ia mengatakan, kereta babaranjang tersebut dari arah Tanjungkarang ke arah Kotabumi. 

"Saat kejadian suasana lokasi kejadian dalam keadaan sepi," kata Masdiana.

Sopir Xenia merupakan orang tua dan membawa tiga penumpang (dua siswa dan satu siswi) SMPN 3 Natar ke arah Hajimena. 

Ia mengatakan, korban mengalami luka-luka di bagian kepala dan tangan, korban perempuan pingsan.

"Jadi tadi hanya luka-luka saja dan siswi pingsan dan tidak ada korban jiwa," kata Masdiana. 

Ia mengatakan, perlintasan ini memang dijaga sukarela.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved