Bunker Gereja Katedral Bandar Lampung
Pihak Gereja Katedral Tanjungkarang Bandar Lampung Bantah Ada Bunker, Itu Septic Tank
Pihak Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang Bandar Lampung bantah temuan bunker, tapi itu hanya septic tank.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pihak Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung membantah penemuan bunker peninggalan kolonial Belanda di lingkungan gereja.
Pastor Paroki Katedral Tanjung Karang, Romo Yohanes Baptista Sujanto yang memberikan bantahan terkait bunker di bawah Gereja Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung tersebut.
Romo Yohanes Baptista Sujanto jelaskan lubang di bawah Gereja Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung itu bukan bunker melainkan septic tank.
"Bukan bunker, itu cuma septic tank," kata Romo Yohanes Baptista Sujanto saat dikonfirmasi, Kamis (7/9/2023).
Menurutnya, lubang yang diklaim septic tank itu adalah muara dari toilet gereja.
Romo Yohanes Baptista Sujanto juga berujar, ketika penggalian lahan untuk pondasi gedung baru gereja, memang ditemukan sejumlah ruangan yang merupakan septic tank.
"Saya menyangkan kenapa tidak bertanya dahulu sebelum merekam dan diunggah ke media sosial," kata dia.
Kabar temuan bunker tersebut sempat viral di TikTok.
Diklaim oleh pembuat konten, bunker di bawah Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang, Bandar Lampung merupakan peninggalan kolonial Belanda.
Konten video penemuan bunker tersebut dibuat oleh Tiktoker dengan nama akun Rosalia Istiyani.
Penelusuran Tribun Lampung, konten tersebut diunggah dalam Tiktok dengan laman https://vt.tiktok.com/ZSL7pSwHr/.
Unggahan tersebut, terbaru, telah memiliki ribuan tayangan dan sudah disukai ribuan orang.
Tiktokter Bandar Lampung mendeskripsikan bagaimana penemuan lubang diduga bunker di bawah bangunan Gereja Katolik Katedral Tanjungkarang.
Penjelasan tersebut diberikan dalam bentuk keterangan tertulis dalam unggahan video penemuan lubang diduga bunker itu.
Pada keterangan video, Rosalia Istiyani, pemilik akun Tiktok itu menuliskan keterangan demikian.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.