Kesehatan

Penyebab dan Cara Penanganan Jantung Koroner

Berikut ini ulasan penyebab dan cara penangan jantung koroner oleh dr Teddy FINASIM dari RSUD Pringsewu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi pribadi
dr Teddy. Penyebab dan Cara Penanganan Jantung Koroner 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penyakit jantung koroner atau orang awam sering menyebut serangan jantung adalah penyakit yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah arteri koroner. 

dr Teddy SpPD, FINASIM dari RSUD Pringsewu mengatakan, penyumbatan itu terjadi karena penumpukan lemak atau kolesterol.

Faktor penyebabnya karena pola makan yang kurang baik, banyak makan mengandung lemak dan tinggi kolesterol (seperti makanan berminyak, jeroan, santan, dan lain-lain), merokok, serta kurang olahraga.

Gejala penyakit jantung koroner adalah nyeri dada mendadak yang berlangsung 15 - 30 menit atau lebih seperti ditekan, ditindih benda berat, ditusuk, diperas, dipelintir atau terbakar.

Nyeri dada dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang bawah, punggung dan ulu hati.

Nyeri dada tidak mereda dengan istirahat dan berkurang apabila diberi obat nitrat yang dikonsumsi di bawah lidah.

Saat nyeri dada, penderita jantung koroner akan memegang dadanya akibat nyeri yang terjadi dan keluar keringat dingin karena tidak kuat menahan nyeri dadanya.

Jika mengalami jantung koroner, harus segera dibawa kerumah sakit secepat mungkin untuk diberikan penanganan.

"Jika penanganannya masih dibawah 6 jam maka penyembuhannya akan lebih bagus," kata Anggota Papdi Cabang Lampung ini, Sabtu (9/9/2023).

Jika terlambat ditangani,risikonya penderita jantung koroner akan mengalami kematian mendadak.

Terhadap penderita jantung koroner akan dilakukan pemeriksaan rekam jantung atau elektro kardiogafi (EKG) untuk melihat apakah terdapat kelainan Infark (penyumbatan) atau iskemia (penyempitan).

Untuk infark miokard akut atau penyumbatan pembuluh jantung yang mendadak kurang dari 6 jam perlu dilakukan tindakan kateterisasi jantung.

Kateterisasi jantung adalah prosedur yang dilakukan dengan cara memasukan selang khusus ke pembuluh darah 

"Lalu ada juga ring jantung disebut juga stent jantung dengan memasukkan alat berupa tabung atau ring untuk membuka sumbatan aliran darah agar lancar kembali," ujar dokter yang sedang menempuh pendidikan di Saya sekarang sedang mengambil Subspesialis Kardiovaskular di FKUI ini.

Bisa Menyerang Pria Maupun Wanita

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved