Berita Lampung

Warga Lampung Utara Digegerkan Penemuan Jasad Menghitam di Bawah Hutan Bambu

Warga Desa Cahya Mas, Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara, Lampung, digegerkan dengan penemuan jasad menghitam pada Kamis.

Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi - Warga Lampung Utara digegerkan penemuan jasad menghitam di bawah hutan bambu. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Warga Desa Cahya Mas, Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara, Lampung, digegerkan dengan penemuan jasad, pada Kamis (5/10/2023). 

Jasad tersebut terbujur kaku di hutan bambu, sekitar satu kilometer dari kediaman korban.

Baca juga: Bobol Kantor Kecamatan, Tiga Pemuda Asal Lampung Utara Dibekuk

Baca juga: Gasak Motor Warga Lampung Utara, Pria Asal Bandar Lampung Dibekuk

Jasad tersebut diketahui berinisial LS (60) pria asal Desa Cahya Mas, Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara dengan menggunakan baju berwarna abu-abu dan celana hitam panjang. 

Terlihat, jasad tersebut sudah menghitam di bagian wajah, lengan tangan dan kakinya. 

Penemuan jasad ditemukan pertama kali oleh warga dan langsung dilaporkan ke kepolisian. 

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Lampung Utara Iptu Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. 

Menurutnya, penemuan jasad tersebut ditemukan warga sekitar pukul 17.00 WIB. 

"Jadi sekitar jam 5 sore kemarin (5 Oktober 2023) ditemukan Jenazah korban inisial LS (60)," ujarnya. 

"Jenazah LS ditemukan di hutan bambu, sekitar satu kilometer dari rumah korban di Desa Cahaya Mas," tuturnya. 

Setelah dilakukan identifikasi, pihaknya memperkirakan, jasad tersebut sudah tiga hingga empat hari yang lalu. 

"Kalau dari identifikasi kita, sudah sekitar 3-4 hari meninggal," ungkap Iptu Stefanus

Kendati demikian, pihaknya tidak menemukan adanya luka akibat kekerasan. 

"Setelah dilaksanakan identifikasi dan visum sementara oleh pihak RSU hasil belum ditemukan tanda atau luka kekerasan," katanya. 

Dari hasil tersebut, pihaknya memperkirakan bahwa korban meninggal lantaran sakit. 

"Dugaan visum sementara karena sakit, karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban," paparnya. 

Sementara, pihaknya tidak melakukan autopsi karena pihak keluarga enggan memberikan izin. 

"Keluarga sementara menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah," pungkasnya. 

(Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi)
 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved