Berita Lampung
Terdampak El Nino, 6 Desa di Palas Lampung Selatan Dapat Bantuan Sumur Bor
Sebanyak 6 desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan mendapatkan bantuan sumur bor dari Pemerintah Pusat.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Indra Simanjuntak
Bahkan, bantuan Ansuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) belum dapat dilaksanakan.
Sebab, Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Ansuransi Jasa Indonesia dengan Pemkab Lampung Selatan tentang, bantuan premi AUTP baru akan dilakukan.
Mengenai petani di Lampung Selatan yang memanen lebih cepat tanaman padinya, Eka Saputra, menyatakan tidak tahu pasti berapa usia tanaman padi tersebut.
"Jika dihitung dari mulai tanam tentunya usianya pun belum mencukupi. Sebab, jika digiling padinya akan pecah, dan buliran padinya belum tua," katanya.
Jadi, eka menganjurkan para petani untuk memanen saat usia padi cukup untuk umur dipanen
"Jika, hendak dipanen tunggu usia padinya cukup. Agar ketika digiling padinya tidak pecah," ujarnya.
Para Petani di Lampung Selatan terpaksa mamanen padinya lebih cepat.
Hal itu dilakukan lantaran saat ini, para petani di Lampung Selatan kesulitan mendapatkan air.
Para petani di Lampung Selatan juga mengaku mereka harus memanen lebih cepat karena kondisi kemarau saat ini.
Pasalnya, musim kemarau yang terjadi sejak dua bulan terakhir membuat bulir padi menjadi gabuk atau tidak berisi.
Sehingga hasil panen pun menurun hingga 50 persen.
Tidak hanya itu, cuaca panas dan kekeringan yang melanda juga membuat tanaman padi di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan tidak bertumbuh dengan normal.
Para petanipun terpaksa panen padi lebih awal, dengan rentang usia 70 hingga 80 hari.
Para petani khawatir jika menunggu waktu panen di umur 100 hari tanaman semakin rusak dan beresiko menanggung kerugian yang lebih besar
Sebagian petani lainnya masih berupaya bertahan sampai waktu panen.
Mereka berharap akan turun hujan.
Sehingga dapat melakukan pemupukan dan padi dapat tumbih normal.
Sementara hasil panen dini juga membuat harga gabah menjadi lebih murah.
Biasanya para tengkulak enggan membeli dengan harga standar karena padi panen dini tidak dapat diolah menjadi beras super. (Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/lamtimggrep87t.jpg)