Berita Lampung

Bantah Kabar Hoaks Sintetis dan Beracun, DKPP Pesisir Barat Pastikan Beras Bulog Aman

DKPP Pesisir Barat Lampung bantah informasi jika beras Bulog yang disalurkan untuk masyarakat merupakan beras plastik dan beracun.

Penulis: saidal arif | Editor: Indra Simanjuntak
Kontan.co.id
Ilustrasi beras Bulog - DKPP Pesisir Barat bantah informasi jika beras Bulog yang disalurkan untuk masyarakat sintetis dan beracun. DKPP pastikan beras Bulog aman. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pesisir Barat bantah informasi jika beras Bulog yang disalurkan untuk masyarakat merupakan beras plastik dan beracun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pesisir Barat, Unzir meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai beras Bulog yang dijual pada saat gerakan pangan murah.

Baca juga: Laut Pesisir Barat Telan 7 Korban, BPBD Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan

Baca juga: Buronan Andi Jauhari Korupsi Rp 1,12 Miliar Untuk Proyek DPRD dan MPR

Diketahui, beredar Informasi melalui media sosial yang disebarkan secara berantai di grup WhatsApp menyatakan beras Bulog merupakan beras plastik dan beracun yang di impor dari China.

Akibatnya, tak sedikit masyarakat Pesisir Barat merasa khawatir dan takut akibat informasi tersebut.

Terlebih, belum lama ini Pemerintah Pesisir Barat bersama Bappenas dan Bulog telah mengadakan kegiatan gerakan pangan murah di Kabupaten setempat.

"Kami pastikan Informasi itu hoaks, karena sampai hari ini Bulog belum ada import beras dari Cina," ungkapnya, Sabtu (14/10/2023).

Sebab, beras yang dijual dalam acara tersebut dipastikan merupakan beras lokal. Bulog membelinya langsung dari petani.

"Insyaallah aman, jadi masyarakat jangan khawatir," imbuhnya.

Menurutnya, informasi hoaks mengenai beras plastik dari Cina itu bukan pertama kali terjadi.

Bahkan, pada saat gerakan pangan murah di gelar di depan Kantor DPRD Pesisir Barat beberapa waktu lalu ada masyarakat yang mempertanyakan hal tersebut.

"Informasi hoaks seperti ini bukan pertama kali terjadi, kemarin waktu pangan murah ada juga yang bertanya, tapi sudah dibantah oleh Bulog," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Bulog kata dia, hal tersebut terjadi karena saat ini banyak beras SPHP telah beredar di seluruh pasar Indonesia.

Sehingga ada orang yang tidak bertanggungjawab sengaja untuk menggiring opini.

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan terprovokasi atas isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya terhadap sesuatu Informasi sebelum di cek kebenarannya,"tutupnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved