Kesehatan

Kenali Penyebab dan Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara bisa dialami pria maupun wanita, namun pria presentasenya lebih kecil. Berikut penyebab dan gejalanya.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
dr Hery Aprijadi, SpPD, KHOM 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Setiap tanggal 19 Oktober diperingati sebagai hari kanker payudara sedunia, dan peringatan ini mengingatkan kita untuk terus waspada terhadap kanker payudara.

dr Hery Aprijadi, SpPD, KHOM dari RSUD Ahmad Yani Metro dan RSUD Menggala Tulangbawang mengatakan, kanker payudara bisa dialami pria maupun wanita, namun pria presentasenya lebih kecil.

"Kanker payudara adalah tumor ganas yang ada di payudara, yang disebabkan adanya gen yang bermutasi yang tidak bisa ditekan atau dikendalikan oleh tubuh," kata dr Hery, Sabtu (14/10/2023).

Faktor risiko kanker payudara adalah diabetes, obesitas, suka merokok dan minum minuman beralkohol, riwayat keluarga, menggunakan kontrasepsi hormonal jangka panjang, tidak punya anak, tidak menyusui, menopouse, serta melahirkan di usia lebih dari 30 tahun.

Gejala stadium awal kanker payudara paling sering adalah pada payudaranya ada benjolan, payudara mengeras, kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk, puting payudara masuk kedalam, keluar cairan dari puting payudara, serta payudara kemerahan dan nyeri.

Jika kanker payudara sudah stadium lanjut maka kanker payudara bisa menyebar ke kelenjar getah bening, leher, liver, paru, tulang, dan otak.

Gejala yang dirasakan, tergantung dari kemana kanker payudara itu menyebar. 

Misalnya jika menyebar ke paru bisa sesak nafas, jika menyebar ke tulang bisa nyeri tulang atau patah tulang, dan sebagainya.

Pengobatan kanker payudara tergantung stadiumnya dan jenis sel kankernya.

Jika masih stadium awal, akan dilakukan operasi untuk mengambil sampel kanker.

Kemudian akan dilakukan terapi hormonal, terapi target, radioterapi, dan kemoterapi sesuai dengan jenis kankernya.

Pengobatan tersebut bisa membuat harapan hidup lebih baik dan lebih panjang lagi, serta bisa mendapatkan masa bebas kanker lebih lama.

Di masa bebas kanker ini, jangan lengah karena sel kanker bisa berubah dan bermutasi lagi kapan saja, sehingga kanker payudara bisa kambuh lagi.

"Sebab sel kanker ini pintar, kalau sudah bisa ditekan tubuh, akan mencari jalan lain untuk bisa hidup dan bermutasi," ujar Anggota PAPDI Cabang Lampung ini.

Jika kanker payudara sudah stadium lanjut maka pengobatan yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup, yakni dengan terapi hormonal, terapi target, radioterapi, dan kemoterapi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved