Lampung Bangkit

Pungli Distribusi Air Bersih di Lamsel Harus di Mediasi, Hantoni Hasan: Jangan Jadi Api Dalam Sekam

Karenanya, dia menyarankan adanya mediasi yang di tengahi oleh aparatur Pemkab Lampung Selatan agar persoalan itu bisa di tuntaskan.

Ist
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hantoni Hasan 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Persoalan penyaluran air bersih bagi warga Dusun Suka Banjar, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan yang dipungut biaya oleh oknum tertentu harus segera di atasi.

Politisi PKS Hantoni Hasan menyebut, persoalan ini jika dibiarkan berlarut-larut maka akan menjadi api dalam sekam.

Jika persoalan ini tidak tuntas, maka dikhawatirkan bakal menimbulkan persoalan dikemudian hari.

"Jangan seperti sekarang, seperti api dalam sekam. Jangan sampai nanti terjadi konflik antara masyarakat dengan masyarakat. Pemerintah daerah harus segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini," terang Hantoni Hasan kepada Tribunlampung.co.id, Senin (30/10/2023).

Apalagi, kata Hantoni, lahan tempat penyaluran air bersih itu disinyalir dikuasai aparat desa.

Sehingga masyarakat merasa tidak berani untuk bersuara lantaran takut dengan oknum tertentu.

Karenanya, dia menyarankan adanya mediasi yang di tengahi oleh aparatur Pemkab Lampung Selatan agar persoalan itu bisa di tuntaskan.

Baca juga: Kesehatan Warga Sekitar PLTU Sebalang Terganggu, Hantoni Hasan: Kesehatan Lingkungan Bagian dari HAM

"Barangkali ada masyarakat yang mau menghibahi lahannya beberapa meter untuk lokasi penyaluran air bersih. Nanti disitu ada tower untuk menampung air," papar pengusung tagline Lampung Bangkit ini.

Caleg DPR RI dari PKS ini mendorong pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera memediasi persoalan penyaluran air bersih bagi warga yang dipungut biaya oleh oknum tertentu.

Hal ini disampaikan Hantoni Hasan menanggapi keluhan warga Dusun Suka Banjar, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, yang mengeluhkan biaya iuran untuk air bersih dari PDAM Lampung Selatan.

Padahal, bantuan bersih dari PDAM Lampung Selatan itu sejatinya gratis.

Namun oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, masyarakat malah dikenakan iuran alias bayar.

Biaya yang dibebankan kepada masyarakat di Dusun Suka Banjar, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, untuk bantuan bersih dari PDAM Lampung Selatan itu Rp 10 ribu untuk satu jamnya.

Sedangkan ada 45 rumah yang menggunakan air tersrbut.

Hantoni Hasan menegaskan, sudah saatnya pemerintah daerah benar-benar hadir untuk memenuhi hak rakyat dan memenuhi kewajibannya secara tuntas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved