Kesehatan

Pemicu Asma dan Cara Mengobatinya

Asma adalah penyakit yang banyak dialami orang dari usia muda sampai dewasa, kenali penyebab dan cara mengobatinya.

Tayang:
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi pribadi
Dr dr Retno Ariza S Soemarwoto SpP(K) FCCP, FISR. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Asma adalah penyakit yang banyak dialami orang dari usia muda sampai dewasa. 

Dr dr Retno Ariza S Soemarwoto SpP(K) FCCP, FISR dari RSUD Dr H Abdoel Moeloek dan Klinik Respirasi Harum Melati Pringsewu mengatakan asma adalah penyakit kronik di pernapasan yang ditandai dengan adanya peradangan di saluran napas.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Atasi Influenza

Baca juga: Berita Tribun Lampung Terbaru

Dimana 70-80 persen asma disebabkan oleh faktor genetik, tapi genetik asma tidak harus diturunkan dari orangtua, bisa dari kakek dan neneknya.

Pemicu asma ada beragam, paling banyak disebabkan oleh asap, selain itu bisa dipicu udara dingin, serbuk bunga, dan sebagainya.

Ada juga yang saat tertawa dan habis olahraga langsung batuk dan terasa sesak. 

Gejala asma yang paling khas adalah batuk dan sesak nafas pada malam hingga menjelang pagi hari.

"Ada yang sesak napas disertai bunyi mengi atau bunyi ngik ngik," kata Ketua PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) Cabang Lampung itu, Sabtu (11/11/2023)

"Tapi ada juga yang sesak napas tanpa disertai dengan bunyi mengi," sambung Dr dr Retno.

Asma harus segera mendapat pengobatan dari dokter spesialis paru, karena jika tidak akibat fatalnya bisa meninggal dunia.

Pengobatan asma yang paling utama adalah menghindari pencetusnya, dan pencetus asma setiap orang berbeda.

Pengobatan asma dengan menggunalan inhaler, bukan dengan obat minum seperti orang zaman dulum

Menurut Dr dr Retno, inhaler walaupun dosisnya kecil, tapi efeknya bagus, langsung bekerja dipusat pernapasan.

Inhaler ada banyak macam, tergantung pasien lebih nyaman menggunakan inhaler yang mana.

Evaluasi Setelah 3 Bulan

Saat pasien menggunakan inhaler, dokter akan mengarahkan pasien bagaimana penggunaan inhaler tersebut.

Setelah 3 bulan penggunaan inhaler, dokter akan memberikan evaluasi terhadap pasien.

Evaluasi itu untuk melihat apakah peradangan di saluran nafas sudah hilang, dan asmanya sudah terkontrol.

Berikutnya ada yang menggunakan inhaler rutin, karena setiap bulan dan bahkan setiap minggu asmanya kambuh.

Tapi ada juga yang tidak menggunakan inhaler rutin, karena asmanya tidak setiap bulan kambuh.

"Ada pasien saya yang asma, tapi sudah tidak menggunakan inhaler lagi karena asma tidak kambuh kambuh lagi," ujar Dr dr Retno.

Penderita asma tetap bisa bernapas dan beraktivitas dengan normal jika asmanya tidak kambuh.

"Contohnya David Beckham, dia asma, tapi dia masih bisa jadi pemain sepak bola internasional," ucap dr Retno.

Dr dr Retno juga menyarankan, agar asmanya tidak kambuh, bisa mencoba melakukan senam asma dan bisa melakukan olahraga berenang.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved