Kesehatan
Penyebab PPOK, Gejala dan Cara Pengobatannya
PPOK merupakan salah satu penyakit yang mengganggu sistem pernapasan karena organ paru mengalami peradangan dalam jangka waktu lama.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Tanggal 15 November 2023 diperingati sebagai hari PPOK sedunia, dengan tema Breathing is Life-Act Earlier.
Lalu apa itu PPOK?
Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Atasi Kulit Dehidrasi
Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Atasi Influenza
Dr dr Retno Ariza S Soemarwoto SpP(K) FCCP, FISR dari RSUD Dr H Abdoel Moeloek dan Klinik Respirasi Harum Melati Pringsewu mengatakan PPOK adalah penyakit paru obstruktif kronis (chronic obstructive pulmonary disease).
PPOK merupakan salah satu penyakit yang mengganggu sistem pernapasan karena organ paru mengalami peradangan dalam jangka waktu lama.
Penyebab PPOK ada bermacam-macam, seperti asap rokok, asap pembakaran kayu, dan sebagainya.
Untuk PPOK yang disebabkan karena asap rokok, biasanya PPOK baru muncul setelah 15-20 tahun merokok
PPOK semakin mudah muncul jika ada faktor genetik, atau bisa juga dikatakan ada genetik tertentu yang bisa membuat mudah terkena PPOK.
PPOK sering muncul pada usia 40 tahunan, tapi ada juga yang usianya masih 30 tahunan sudah terkena PPOK.
Gejalanya adalah batuk yang bersifat kronik dan bisa berdahak, serta terasa sesak nafas
"Bahkan hanya berjalan dengan jarak dekat seperti ke kamar mandi sudah terasa sesak nafas," kata Ketua PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia) Cabang Lampung itu, Jumat (17/11/2023).
Segeralah datang ke dokter jika mengalami gejala tersebut apalagi dengan riwayat pajanan asap, agar dapat dilakukan uji fungsi paru dan diterapi dengan adekuat.
Terapi itu adalah terapi inhalasi berupa obat inhaler.
Pengobatan inhaler bertujuan untuk mengendalikan PPOK, karena PPOK tidak bisa sembuh total.
Mengendalikan PPOK maksudnya jangan sampai muncul batuk dan serangan sesak napas.
Selain itu juga harus berhenti merokok dan menghindari asap apapun yang ada disekitar.
Jangan lupa makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan berolahraga sesuai dengan kemampuan.
"Dalam hari PPOK sedunia 2023, diperlukan penemuan kasus dan penatalaksanaan PPOK sedini mungkin, sehingga tidak menimbulkan penurunan kualitas hidup bahkan kematian," tutur Dr dr Retno
Cara Cegah PPOK
Penggunaan inhaler rutin harus dilakukan jika sudah sering ekaserbasi, sudah timbul gejala sesak bila beraktivitas bahkan jalan 100 meter saja sudah sesak nafas.
Tetapi jika belum ada gejala di kegiatan sehari-hari dan tidak mengalami ekaserbasi dalam 1 tahun, tidak perlu rutin menggunakan inhaler.
"Tidak perlu khawatir soal harga inhaler obat tersebut sudah dicover oleh BPJS," ucap Dr dr Retno.
Daripada harus menggunakan inhaler karena terkena PPOK lebih baik melakukan langkah mencegah PPOK.
"Caranya dengan cara tidak terkena asap rokok, dan asap apapun seperti asap obat nyamuk bakar, asap kayu bakar, dan juga polusi udara," ucap Dr dr Retno.
Kemudian banyak makan makanan bergizi, minum air putih, rutin olahraga, dan istirahat teratur
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Penyebab-PPOK-gejala-dan-cara-pengobatannya.jpg)