Pilpres 2024

Simak Sekelik, Ganjar-Mahfud Punya Program 1 Desa 1 Faskes 1 Nakes dari Sabang sampai Merauke

Ganjar-Mahfud usung Program 1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes Mulai dari Sabang-Merauke dan prioritaskan pembangunan dari desa dulu

|
Editor: Tri Yulianto
Dokumentasi
Ganjar-Mahfud usung Program 1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes mulai dari Sabang-Merauke dan prioritaskan pembangunan dari desa. 

Tribunlampung.co.id – Calon presiden Ganjar Pranowo menggaungkan program unggulan yang akan diterapkan di seluruh desa dari Sabang sampai Marauke. 

Ganjar Pranowo targetkan setiap desa miliki minimal 1 fasilitas kesehatan (faskes) yang memadai, serta minimal 1 tenaga kesehatan (nakes) yang mumpuni dan profesional.

Baca juga: Usung Program Santripreneur, Yenny Wahid Sebut Ganjar-Mahfud Peduli Terhadap Kemajuan Pesantren

Baca juga: Ganjar Ucap Bakal Hajar Koruptor di Depan Petani Kendari

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo saat kampenye dan pasangan nomor urut 3 ini melakukannya dari Sabang sampai Marauke. 

Ganjar-Mahfud akan mewujudkan pemerataan pembangunan ekonomi dan menyejahterakan rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Ganjar-Mahfud menunjukkan tekad dalam mempromosikan program unggulan di bidang kesehatan; 1 Desa, 1 Faskes, dan 1 Nakes.

Gubernur Jawa Tengah dua periode, 2011-2016 dan 2016-2021 ini menyampaikan pesan kuat tentang komitmennya bersama Mahfud MD yang kini menajabt Menko Polhukam, ingin mendahulukan desa dalam pembangunan.

Hal ini tidak terlepas dari latar belakang keduanya yang sama-sama wong deso alias dibesarkan di desa.  

Ganjar lahir 28 Oktober 1968 di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Mei 1957 di Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur.

“Kita akan membangun dari desa. Kalau Indonesia mau dibangun jadi lebih baik, desa-desanya harus menjadi lebih baik terlebih dahulu,” ungkap Ganjar saat menyampaikan kampanye di Distrik Semangga, Waninggap Nanggo, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Selasa (28/11/2023).

Capres nomor urut 3 ini menyebutkan program membangun dari kampung ini bertujuan untuk menyehatkan warga desa dengan setiap desa memiliki setidaknya 1 fasilitas kesehatan (faskes) yang memadai, serta minimal 1 tenaga kesehatan (nakes) yang mumpuni dan profesional.

Sebab, menurut Ganjar, sakit menjadi salah satu masalah yang dikhawatirkan hampir seluruh masyarakat di Indonesia, baik di kota maupun di desa.

Pasalnya, anggota keluarga yang sakit menjadi tidak produktif dan anggota keluarga yang tidak sakit ikut tidak produktif karena harus merawat yang sakit.

Maka itu, masyarakat mendambakan adanya layanan kesehatan yang dekat, cepat, murah, dan layak.

Sebagai gambaran, di Merauke, untuk sekitar 230 ribu jiwa hanya terdapat 25 Puskesmas, dimana dari angka tersebut ada 8 Puskesmas yang belum terakreditasi.

Di daerah ini, 1 Puskesmas melayani hampir 9.000 warga, padahal idealnya 1 Puskesmas hanya melayani 1.000 penduduk.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved