Berita Lampung

Diskes Pesawaran Lampung Siapkan Posyandu Khusus Anak Stunting

Hal ini dikatakan oleh Kepala Diskes Pemkab Pesawaran dr. Media Apriliana, Kamis (7/12/2023).

Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Kepala Diskes Pemkab Pesawaran dr. Media Apriliana. Diskes Pesawaran siapkan Posyandu khusus anak stunting. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Dinas Kesehatan (Diskes) Pemkab Pesawaran Lampung membuka layanan posyandu khusus anak stunting.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Diskes Pemkab Pesawaran dr. Media Apriliana, Kamis (7/12/2023).

Baca juga: Tempat Wisata di Pesawaran Lampung Wajib Punya Petugas Keselamatan

Baca juga: Pesawaran Gelontorkan Rp 85 Miliar Tahun Ini untuk Perbaikan Jalan

Media menjelaskan, posyandu tersebut khusus diberikan sebagai penanganan pada usia bawah lima tahun (balita) dan bawah dua tahun (baduta) yang teridentifikasi dengan stunting.

Menurutnya, dengan pelayanan melalui posyandu khusus stunting, dapat memantau pertumbuhan serta kondisi kesehatan balita secara rutin.

“Karena pada kondisi ini penanganan khusus perlu dan penting dilakukan, terlebih lagi, anak stunting sangat rentan dengan penyakit,” kata Media.

Dengan berjalannya posyandu stunting tersebut, Diskes Pesawaran akan memantau kondisi pertumbuhan anak-anak yang ada di Bumi Andan Jejama.

Kata dia, pihaknya akan memberikan makanan tambahan kepada anak yang teridentifikasi stuting.

“Kami juga akan memberikan makanan tambahan ini kepada ibu hamil yang terdeteksi kekurangan energi kronik (KEK),” ucapnya.

Media menjelaskan, tambahan makanan ini akan diberikan selama 90 hari.

Menurutnya, asupan gizi bagi ibu hamil menjadi sangat penting untuk menjaga kondisi bayi agar selalu dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan gizi.

Dia menekankan, pola hidup masyarakat dalam kebersihan menjadi opsi utama yang harus diperhatikan.

“Apalagi masalah kebersihan yang harus diperhatikan adalah air minum yang layak bahkan MCK,” kata dia.

Semua itu, ungkap Media, sangat berpengaruh terhadap kondisi, pertumbuhan, dan kesehatan anak maupun ibu hamil.

Maka, dengan begitu, pencegahan dan penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab satu atau dua dinas saja, tetapi perlu kontribusi semua lini.

Kata Media, hal ini agar kesehatan masyarakat dapat tercapai secara optimal sesuai dengan program dan rencana yang telah ditetapkan.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved