Lampung Bangkit

Generasi Z Dominasi Pemilih di Pemilu 2024, Hantoni Hasan: Tawarkan Gagasan Soal Lapangan Pekerjaan

Menurutnya, sengitnya perebutan kursi di lembaga legislatif mulai tingkat Kabupaten hingga tingkat Nasional harus pula di imbangi dengan ide.

Dokumentasi Tribunlampung.co.id
Politisi PKS Hantoni Hasan dalam podcact di studio Tribun Lampung, Kamis (30/11/2023). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hantoni Hasan mendorong calon legislator yang bertarung pada Pemilu 2024 untuk berkompetisi menelurkan ide dan gagasan bagaimana menekan pengangguran khususnya di Lampung.

Menurutnya, sengitnya perebutan kursi di lembaga legislatif mulai tingkat Kabupaten hingga tingkat Nasional harus pula di imbangi dengan ide dan gagasan yang ditawaran ke masyarakat khususnya pemilih Gen Z.

“Berlomba-lombalah beradu gagasan, beradu komitmen supaya kualitas kita semakin baik,” ungkap Hantoni Hasan kepada Tribunlampung.co.id belum lama ini.

Pengusung tagline Lampung Bangkit ini menuturkan, ide dan gagasan yang ditawarkan ke masyarakat khususnya generasi Gen Z merupakan bagian dari solusi yang kelak dapat dijalankan untuk perubahan yang lebih baik.

Kaitan dengan Gen Z. Gagasan atau ide yang ingin didengar oleh generasi milenial yang mayoritas masuk usia produktif adalah soal lapangan pekerjaan dan pengangguran.

Di Indonesia pemilih terbanyak di pemilu 2024 adalah Gen Z dan Milenial.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ri menetapkan DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih.

Baca juga: Pemilu Harus Dilaksanakan Riang Gembira, Hantoni Hasan: Ajang Beradu Gagasan, Bukan Bemusuhan

Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 66,8 juta pemilih dari generasi milenial.

Pemilih dari gen Z mendominasi yaitu sebanyak 46,8 juta pemilih. Gabungan Gen Z dan Milenial punya peranan yang penting dalam pelaksanaan atau hasil Pemilu 2024.

“Nah dari data pemilih Gen Z ini, yang diharapkan mereka tentu bagaimana bisa ada gagasan untuk mengurangi angka pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan. Tawarkan ide dan gagasan ke mereka,” kata Hantoni Hasan.

Merujuk data BPS angka pengangguran di Indonesia berada di angka 7,8 juta, dan di Lampung angka pengangguran mencapai 4,23 persen.

Menurut Hantoni, ketika kita bicara pengangguran memang perlu di cermati banyak hal mengapa masih tinggi.

“Kalau bicara soal pekerja, maka bekerja atau tidak bekerjanya seseorang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan,” kata Hantoni.

“Bukan sekedar angka-angka. Defenisinya adalah, semakin banyak orang produktif bekerja maka kesejahteraan semakin tinggi,” sambung politisi PKS ini.

Hantoni menilai, angka pengangguran itu harus di lihat secara objektif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved