Pilpres 2024

Anies Bingung Dilaporkan Soal Akronim AMIN, 'Memang Itu Singkatan'

Anies Baswedan bingung menanggapi soal akronim AMIN dilaporkan ke kepolisian, sebab itu singkatan dari nama Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar. 

Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id
Anies Baswedan bingung menanggapi soal akronim AMIN dilaporkan ke kepolisian, sebab itu singkatan dari nama Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar.  

Tribunlampung.co.id - Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan bingung menanggapi soal akronim AMIN dilaporkan ke kepolisian. 

Menurutnya, kata AMIN tersebut merupakan singkatan berasal dari gabungan nama Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar. 

Baca juga: Jusuf Kalla Dukung Anies Baswedan Usai Tolak Pinangan Ganjar Pranowo

Baca juga: Anies Kampanye di Pasar Lubuk Linggau Sumatera Selatan Diminta Perubahan

Sebelumnya Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar dilaporkan oleh organisasi Forum Aktivis Dakwah Kampus Indonesia karena akronim AMIN tersebut. 

“Oh dilaporkan karena (akronim AMIN), AMIN aja dulu,” ujar Anies di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (23/12/2023).

Anies sendiri menilai laporan itu membingungkan, karena memang singkatannya memang AMIN.

“Iya, saya juga bingung mau menanggapinya bagaimana. Ya memang Anies dan Muhaimin kalau disingkat memang AMIN. Memang faktanya seperti begitu kan. Bukan dibuat-buat,” ujar dia.

Anies pun yakin pihak kepolisian akan merespons laporan itu secara profesional.

“Saya tahu dan saya yakin kepolisian akan merespons laporan itu dengan profesional serta mengedepankan akal sehat. Dan mengedepankan prinsip hukum yang benar,” katanya.
 
Menurut Anies, siapa saja berhak untuk melaporkan.

“Di sisi lain, kami juga menghormati kepolisian akan memproses laporan yang sahih dan masuk di akal. Namun, saya agak kesulitan memasukkan ini ke dalam akal (sehat),” ujarnya.

“Tetapi ya itu hak dia buat lapor. Yang terakhir, lumayan bagi pelapor masuk berita,” ucapnya. 

Laporan Dinilai Mengada-ada

Timnas AMIN merespon adanya aduan yang ditujukkan ke calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan ke Bareskrim Polri soal penggunaan akronim 'Amin'.

Juru Bicara Timnas AMIN, Indra Charismiadji merasa aneh dengan aduan soal dugaan penistaan agama tersebut yang dinilai mengada-ada.

"Kok aneh-aneh saja. Agama mana yang dinistakan? Amin itu tidak hanya dipakai dalam ritual agama lho," kata Indra saat dihubungi.

Indra mengatakan jika tulisan ucapan yang dibaca setelah surat Al-fatihah saat salat berbeda dengan akronim tersebut.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved