Berita Lampung

Perempuan Politik Sumatera Rilis Catatan Akhir Tahun

Eka Tiara yang tergabung dalam Permampu menyampaikan, pihaknya telah merayakan Hari Pergerakan Perempuan dan Pendidikan Politik untuk Pemilu 2024 seca

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dokumentasi Damar
Perempuan Sumatera Mampu (Permampu) merilis catatan akhir tahun dalam pendidikan politik untuk Pemilu 2024 mendatang. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Perempuan Sumatera Mampu (Permampu) merilis catatan akhir tahun dalam pendidikan politik untuk Pemilu 2024 mendatang.

Dalam rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, Kamis (28/12/2023), terdapat beberapa poin krusial prihal politik yang dirasakan perempuan Sumatera.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Damar Lampung Eka Tiara yang tergabung dalam Permampu menyampaikan, pihaknya telah merayakan Hari Pergerakan Perempuan dan Pendidikan Politik untuk Pemilu 2024 secara hibrid pada 22 Desember 2023.

Dikatakannya, pendidikan politik inklusif itu mengusung tema "Tidak Seorangpun Perempuan, Kelompok Marginal dan Rentan Tertinggal dalam Pemilu.”

"Perayaan ini sekaligus merupakan pertemuan akhir tahun Permampu dan dihadiri 159 peserta yang terdiri dari 20 perempuan muda, 136 perempuan dewasa, 5 di antaranya adalah perempuan dengan disabilitas dan 3 orang laki-laki pendukung Gerakan Perempuan Akar Rumput," kata Eka.

Lebih lanjut Eka menjelaskan, peserta yang hadir adalah para anggota dan pengurus Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) dampingan 8 LSM anggota Permapu dari 8 provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Sumsel, dan Lampung.

"Selain itu Permampu juga telah merayakan Hari Ibu 22 Desember 2023 sebagai Hari Pergerakan Perempuan yang pada dasarnya adalah Gerakan Politik Perempuan Indonesia," ujarnya.

Dikatakannya, peringatan Hari Ibu untuk menyuarakan topik penting yang dihadapi perempuan dari awal ditetapkan hari ibu hingga saat ini.

"Banyak sekali persoalan perkawinan dan perceraian, tugas perempuan, serta kesetaraan kedudukan perempuan dengan laki-laki di dalam masyarakat dan terus berlangsung dari dulu hingga saat ini," tuturnya.

"Masalah di atas adalah wajah dari ketidakadilan gender yang dialami perempuan, yang hingga saat ini masih menjadi masalah yang menghambat kesetaraan perempuan dan laki-laki," tambahnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved