Kesehatan

Kenali Tanda-tanda Seseorang Hendak Akhiri Hidup

Kenali tanda-tanda seseorang ingin mengakhiri hidup berikut penanganannya.

|
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Kaprodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati, M.Psi, Psikolog. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Belakangan ini cukup banyak orang yang memilih mengakhiri hidup, salah satunya yang membuat kaget publik adalah artor Korea Selatan pemain Film Parasite Lee Sun Kyung.

Kaprodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati, M.Psi, Psikolog mengatakan, mengakhiri hidup adalah tindakan membuat diri menjadi tidak bernyawa.

Ada banyak alasan seseorang memilih mengakhiri hidup, seperti depresi, frustasi,  menganut paham tertentu, dan sebagainya 

"Diantara semua penyebab seseorang mengakhiri hidup itu, saya lihat yang paling banyak adalah depresi dan frustasi karena berbagai sebab, salah satunya faktor ekonomi," kata Octa, Jumat (29/12/2023).

Seseorang semakin mudah mengakhiri hidup karena rendahnya dukungan sosial dari orang-orang sekitarnya.

Bahkan ada orang disekitarnya yang mengatakan dia memiliki keinginan mengakhiri hidup karena tidak punya iman atau imannya tidak kuat.

Ada juga yang mengatakan dia "lebay" ketika dia marah, menangis, dan mengeluh.

"Padahal tidak boleh mengatakan seperti itu, karena jika seseorang sudah sudah memiliki keinginan akhiri hidup artinya dia memiliki masalah psikologis yang tidak bisa ditangani lagi," ujar Octa.

Seharusnya kita peduli terhadap orang-orang yang hendak mengakhiri hidup, jangan sampai dia benar-benar mengakhiri hidupnya.

Kepedulian bisa kita tunjukan dengan melihat tanda-tanda dia ingin mengakhiri hidup.

Seperti tiba-tiba terjadi perubahan perilaku, menarik diri dari lingkungannya, menutup diri, tidak mau keluar rumah, masuk fase stres, punya pikiran ingin hilang dari dunia ini, dan sebagainya.

Kemudian kita dekati dia, kita lihat apa yang dia butuhkan dan kita berikan apa yang dia butuhkan itu.

Misalnya jika dia butuh perhatian maka berikan perhatian itu, cukup dengan cara yang sederhana seperti dengan bertanya bagaimana kabar hari ini, serta biarkan dia bercerita tentang masalahnya atau apa yang dia rasakan dan luapkan emosinya.

"Jika dia butuh bantuan selesaikan masalahnya, maka bantulah dia selesaikan masalahnya sebisa kita," ucap Octa.

Jika dia membutuhkan bantuan psikolog dan psikiater maka temanilah dia datang ke psikolog dan psikiater.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved