Pilpres 2024
Ganjar Minta Jangan Ada Lagi Pendukungnya Dianiaya Oknum TNI
Ganjar Pranowo minta jangan ada lagi pendukungnya dianiaya oknum TNI sebab mereka sebenarnya mengerti aturan.
Tribunlampung.co.id - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo berharap kejadian pendukungnya dianiya oknum TNI menjadi yang terakhir.
Ganjar Pranowo menyebut tidak ingin para pendukung lainnya turut menjadi korban penganiayaan oleh oknum TNI.
Baca juga: Ganjar Bakal Alokasikan Rp 4 Triliun untuk Insentif Guru Agama Seluruh Indonesia
Baca juga: Ganjar Komunikasi ke Panglima TNI Soal Simpatisannya Dianiaya, Masalah Dipicu Knalpot Brong
Menurut Ganjar, para oknum TNI yang melakukan pengeroyokan terhadap pendukungnya, mengetahui aturan yang ada.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu melanjutkan jika ada sesuatu yang keliru bisa dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
"Itu menjadi pelajaran yang terakhir jangan ada lagi hal seperti itu. Kalau kemudian ada yang keliru serahkan kepada yang berwenang. Saya kira para oknum TNI yang menganiyaa itu mengerti aturan," kata Ganjar kepada awak media di Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023).
Kata Ganjar, jika tidak tahu aturan, sebaiknya oknum TNI tersebut dipecat.
"Kecuali tidak mengerti aturan, pecat saja," jelasnya.
Mantan anggota Komisi II DPR RI itu juga mengungkapkan, dirinya berencana menjenguk pendukungnya yang menjadi korban penganiayaan tersebut.
"Saya sudah komunikasi dengan korban dan akan ke sana (Menjenguk)," tegasnya.
Diberitakan, dua orang pengendara motor yang merupakan pendukung capres-cawapres Ganjar-Mahfud mengalami luka usai dianiaya belasan oknum anggota TNI di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/12/2023).
Kodam IV Diponegoro mengungkap awal mula anggota TNI yang menganiaya dua orang yang diduga relawan Ganjar Pranowo - Mahfud MD di Boyolali itu.
Kapendam IV Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison mengatakan insiden yang terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali itu karena kesalahpahaman.
"Informasi sementara yang diterima, bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontanitas karena adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak," kata Richard saat dihubungi, Sabtu.
Awalnya, kata Richard, sejumlah anggota Kompi B tengah bermain bola voly sekira pukul 11.19 WIB mendengar adanya suara berisik yang berasal dari kendaraan sepeda motor.
"Tiba-tiba mendengar suara bising rombongan sepeda motor kenalpot brong yang oleh pengendaranya dimain-mainkan gasnya," ungkapnya.
| Kubu Prabowo Minta PDIP jadi Oposisi Buntut Ucapan Megawati 'Gue Mainin Dulu' |
|
|---|
| Pengamat Sebut PDIP Pilih Oposisi atau Koalisi Lantaran Masih Negoisassi dengan Prabowo |
|
|---|
| Prabowo Subianto Ingin Ringankan UKT Universitas Negeri, Singgung Kewajiban Sosial |
|
|---|
| Forum API Perubahan Harap Ada Pelajaran dari Pilpres 2024 |
|
|---|
| Megawati Bingung Ditanya Kenapa Ganjar-Mahfud Kalah di Pilpres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ganjar-Pranowo-minta-jangan-ada-lagi-pendukungnya-dianiaya-oknum-TNI.jpg)