Balita Hanyut di Bandar Lampung
Duka Mendalam Ortu Bocah Hanyut di Rajabasa Bandar Lampung
Korban hilang seusai terperosok di selokan dekat rumahnya di Perumahan Griya Kencana, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Duka mendalam dirasakan pasangan Mudayanto dan Karviana.
Buah hatinya, Nadif (2), belum ditemukan sejak terperosok ke selokan hingga terbawa arus.
Mudayanto mengatakan, sang anak sudah menunjukkan gelagat tak biasa sebelum hanyut di selokan.
Baca juga: Pencarian Anak Hanyut Sampai ke Irigasi Rajabasa Jaya Bandar Lampung
Baca juga: Bocah Hanyut Ternyata Anak Pegawai BPJS Kesehatan Bandar Lampung
Sejak seminggu lalu, ia menangis saat ayahnya hendak pergi ke kantor.
Korban hilang seusai terperosok di selokan dekat rumahnya di Perumahan Griya Kencana, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Senin (8/1/2024) lalu.
Korban saat itu bermain hujan-hujanan, sebelum tercebur ke dalam parit.
Ayahnya, Mudayanto, adalah pegawai BPJS Kesehatan Bandar Lampung.
Mudayanto dengan didampingi istrinya, Karviana, mengatakan, Nadif sudah seminggu terakhir selalu menangis jika ditinggalnya bekerja.
"Anak saya ini sejak seminggu memang selalu menangis kalau saya pergi bekerja," kata Mudayanto saat diwawancarai awak media di rumahnya, Selasa (9/1/2024).
Mudayanto mengaku sudah ikhlas apa pun yang terjadi pada buah hatinya.
Ia hanya berharap anaknya dapat ditemukan.
"Saya sudah ikhlas. Saya berharap tim dapat membantu menemukan anak kami," imbuhnya.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan proses pencarian korban.
"Pada hari ini kami bersama tim gabungan telah memantau sungai di Rajabasa Raya dan perbatasan Hajimena," ujar Eva.
Eva mengatakan, tim sampai saat ini masih terus berupaya untuk mencari korban.
"Kami masih melakukan pencarian sampai di perbatasan Lamsel dan Bandar Lampung. Harapannya Ananda Nadif malam ini bisa ditemukan," ucap Eva.
Ia juga memohon doa dari masyarakat Bandar Lampung agar Nadif bisa segera ditemukan.
Eva mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama yang masih balita.
"Karena anak kecil tidak tahu apa yang dilakukannya. Kalau sudah melihat air pasti senang," imbuh Eva.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansyah mengatakan, pihaknya bersama tim SAR terus mencari korban.
"Ada enam tim yang dibagi menjadi dua sektor," ujar Deden.
Ia menerangkan, tim sektor pertama menelusuri mulai dari titik awal korban terjatuh sampai daerah yang dicurigai.
Tim sektor kedua dipusatkan di daerah rawa.
"Namun sampai saat ini hasil pencarian dan berbagai macam usaha dari tim gabungan belum membuahkan hasil," kata mantan kepala Kantor SAR Bandung ini.
Tim gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan PMI, yang jumlahnya sebanyak 84 orang.
Komnas PA Bandar Lampung Angkat Bicara
Komnas Perlindungan Anak Bandar Lampung angkat bicara soal hanyutnya balita berumur 2 tahun di drainase Perumahan Griya Kencana, Rajabasa, Bandar Lampung, yang hingga saat ini belum ditemukan.
Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa mengatakan, kejadian balita terseret arus ketika hujan bukan kali ini saja terjadi di Bandar Lampung.
Dia menyebut, kejadian serupa sudah terjadi sekira empat kali di Bandar Lampung.
Oleh sebab itu, ia meminta para orang tua untuk selalu mengawasi anaknya.
"Jangan sampai luput sedikit pun anak dari pengawasan orang tua," katanya, Selasa (9/1/2024).
"Jangan sampai orang tua mengabaikan keselamatan anaknya," tuturnya.
Aprilianda juga mengimbau orang tua untuk senantiasa berhati-hati.
Terlebih, saat ini Bandar Lampung tengah memasuki musim hujan.
"Kalau mau main hujan, perhatikan betul anak. Lihat juga intensitas hujannya. Kalau sampai deras sekali, banyak angin, air meluap, ya lebih baik jangan main hujan," ucapnya.
"Kami pun mengucapkan rasa prihatin kepada orang tua korban atas kejadian ini," pungkasnya.
Tim gabungan mencari bocah hanyut bernama Nadif (2) sampai ke irigasi di Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
Lurah Rajabasa Jaya Sumarno mengatakan, tim gabungan sudah sampai ke wilayahnya untuk mencari anak hanyut dari Perumahan Griya Kencana.
"Tim gabungan sudah sampai ke lokasi irigasi Rajabasa Jaya. Mereka datang sekitar pukul 11.30 WIB," kata Sumarno kepada Tribun Lampung, Selasa (9/1/2024).
Ia mengatakan, tim menyisir di irigasi dengan membersihkan sampah.
"Tim melakukan pencarian di sampah-sampah, tapi belum juga ditemukan bocah tersebut," imbuh Sumarno.
Tim kemudian pindah lokasi ke Batara Nila, Lampung Selatan.
Sumarno berharap bocah tersebut segera ditemukan.
73 Personel Gabungan Cari Balita Hanyut
Personel gabungan sebanyak 73 orang dikerahkan mencari balita bernama Nadif yang hanyut di selokan Perumahan Griya Kencana, Kelurahan Rajabasa Pemuka, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Kabid Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (Damkarmat) Bandar Lampung Krisna Laksamana mengatakan, personel gabungan dikerahkan ada sebanyak 73 orang menyisir aliran air cari keberadaan Nadif yang hilang terbawa air hujan.
"Kami yang bertugas mencari korban hanyut ini ada sekitar 73 personel gabungan, dan memang paling banyak personelnya dari BPBD Bandar Lampung 35 orang," katanya.
Ia mengatakan, petugas Damkarmat Bandar Lampung ada 10 orang, FRRL (Forum Rescue Relawan Lampung) 10 orang.
Basarnas Lampung (7), PMI (Palang Merah Indonesia) ada 5 orang, Polri (5) dan TNI AD (1).
Petugas menyisir di wilayah aliran sungai dan termasuk tempat tumpukan sampah.
Tim juga sekarang ini juga melakukan pencaringan di aliran sungai dekat perumahan.
"Petugas pakai jaring semoga bisa masuk jaringan bocah tersebut dan harapannya cepat ditemukan," kata Krisna.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
| Sepekan Pencarian Bocah Hanyut di Bandar Lampung Tak Membuahkan Hasil, Keluarga Ikhlas |
|
|---|
| 163 Personel Dikerahkan Cari Balita Hanyut di Selokan Raja Basa Bandar Lampung |
|
|---|
| 4 Hari Menghilang, Orangtua Balita yang Hanyut di Bandar Lampung Sudah Ikhlas |
|
|---|
| Balita yang Hanyut di Perumahan Griya Kencana Belum Juga Ditemukan di Hari Ketiga Pencarian |
|
|---|
| Komnas PA Bandar Lampung Angkat Bicara soal Bocah Hanyut di Rajabasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Bocah-Hanyut-di-Rajabasa-Bandar-Lampung-498.jpg)