Balita Hanyut di Bandar Lampung

Komnas PA Bandar Lampung Angkat Bicara soal Bocah Hanyut di Rajabasa

Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa mengatakan, kejadian balita terseret arus ketika hujan bukan kali ini saja terjadi di Bandar Lam

Penulis: Riana Mita Ristanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riana Mita
Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komnas Perlindungan Anak Bandar Lampung angkat bicara soal hanyutnya balita berumur 2 tahun di drainase Perumahan Griya Kencana, Rajabasa, Bandar Lampung, yang hingga saat ini belum ditemukan.

Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa mengatakan, kejadian balita terseret arus ketika hujan bukan kali ini saja terjadi di Bandar Lampung.

Dia menyebut, kejadian serupa sudah terjadi sekira empat kali di Bandar Lampung.

Baca juga: Pencarian Anak Hanyut Sampai ke Irigasi Rajabasa Jaya Bandar Lampung

Oleh sebab itu, ia meminta para orang tua untuk selalu mengawasi anaknya.

"Jangan sampai luput sedikit pun anak dari pengawasan orang tua," katanya, Selasa (9/1/2024).

"Jangan sampai orang tua mengabaikan keselamatan anaknya," tuturnya.

Aprilianda juga mengimbau orang tua untuk senantiasa berhati-hati.

Terlebih, saat ini Bandar Lampung tengah memasuki musim hujan.

"Kalau mau main hujan, perhatikan betul anak. Lihat juga intensitas hujannya. Kalau sampai deras sekali, banyak angin, air meluap, ya lebih baik jangan main hujan," ucapnya.

"Kami pun mengucapkan rasa prihatin kepada orang tua korban atas kejadian ini," pungkasnya.

Tim gabungan mencari bocah hanyut bernama Nadif (2) sampai ke irigasi di Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung

Lurah Rajabasa Jaya Sumarno mengatakan, tim gabungan sudah sampai ke wilayahnya untuk mencari anak hanyut dari Perumahan Griya Kencana. 

"Tim gabungan sudah sampai ke lokasi irigasi Rajabasa Jaya. Mereka datang sekitar pukul 11.30 WIB," kata Sumarno kepada Tribun Lampung, Selasa (9/1/2024). 

Ia mengatakan, tim menyisir di irigasi dengan membersihkan sampah. 

"Tim melakukan pencarian di sampah-sampah, tapi belum juga ditemukan bocah tersebut," imbuh Sumarno. 

Tim kemudian pindah lokasi ke Batara Nila, Lampung Selatan. 

Sumarno berharap bocah tersebut segera ditemukan. 

(Tribunlampung.co.id/Riana Mita Ristanti)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved