Penganiayaan Anak di Lampung Selatan
Penjelasan Disdik Lampung Selatan Terkait Kenakalan Remaja
Dinas Pendidikan dan PPPA Lampung Selatan menyebut ada beberapa faktor terjadinya kenakalan remaja. Salah satunya sedang mencari identitas.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - Dinas Pendidikan dan PPPA Lampung Selatan menyebut ada beberapa faktor terjadinya kenakalan remaja.
Salah satunya sedang mencari identitas.
Hal itu dikatakan Kacabin Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Lampung Risna Intiza dan Kadis PPPA Lampung Selatan Rosa Resnipa dalam ungkap kasus penganiayaan terhadap pelajar di Aula GWL mapolres setempat, Selasa (23/1/2024).
Risna mengatakan, pihaknya telah membuar suatu program untuk mengantisipasi kenakalan remaja.
"Kami di dinas provinsi sudah meminta kepada pihak-pihak sekolah untuk membuat absen online yang dimana bisa terkoneksi dengan orangtua. Jadi orangtua dapat melihat kehadiran anaknya," katanya.
"Kami membuat absen online tersebut saat masuk dan pulang. Jadi orangtua bisa mengecek keberadaannya. Jadi anak tidak bisa bohong. Ngakunya ke sekolah, ternyata tidak sampai ke sekolah. Dan itu pulang juga diabsen lagi, jadi di tengah-tengah pelajaran anak tersebut tidak bisa pergi," sambungnya.
Sementara Rosa mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kenakalan remaja
"Faktor pertama karena mereka sedang mecari jati diri, krisis identitas. Maka dari itu, perlu peran orangtua, peran guru, peran para pendidik untuk mendidik. Tapi semua itu tidak terlepas dari peran orangtua dalam hal mengontrol kegiatan anaknya. Kita disini tidak bisa menyalahkan satu pihak namun ini tanggung jawab bersama," ujarnya.
"Karena mereka sedang krisis identitas. Sedang mencari identitas. Kami berharap pada orangtua untuk memberikan pemahaman formal baik itu kita namakan dari segi agama, segi sosial, etika. Itu yang harusnya ditanamkan para orangtua," sambungnya
Selain itu, Rosa menyebut kenakalan remaja saat ini bisa disebabkan karena faktor penyebab mereka tidak bisa memilih informasi yang baik dan benar.
"Efek dari digitalisasi saat ini. Media sosial ini kadang sering disalahgunakan oleh anak-anak kita untuk sesuatu hal yang negatif," katanya.
"Mereka sering mengambil hal negatifnya. Padahal banyak sekali hal positif yang bisa diambil dari media sosial. Ketika mereka berpikir untuk positif. Tapi kalau mereka berpikir untuk negatif maka tindakannya juga akan negatif," ujarnya.
Ia mengimbau kepada para pendidik untuk mengarahkan mereka ke kegiatan yang kreatif, yang berujung kegiatan positif.
"Kami mengimbau kepada para pendidik untuk mengarahkan para pelajar ke kegiatan yang kreatif dari media sosial yang berujung pada positif," ujarnya.
Seorang anak di Lampung Selatan berinisial NS (14) menjadi korban penganiayaan.
| Kapolres Lampung Selatan Sebut Ada Peristiwa Pemicu Sebelum Pelajar Dianiaya |
|
|---|
| Polres Lampung Selatan Kejar 3 Pelaku Penganiayaan Pelajar |
|
|---|
| Begini Peran Para Pelaku Penganiayaan Pelajar di Lampung Selatan |
|
|---|
| Kronologi Pelajar Dikeroyok 20 Orang di Lampung Selatan, Dilempari Batu hingga Dibacok |
|
|---|
| Breaking News Polres Lampung Selatan Amankan 6 Pelaku Penganiayaan, 5 Masih Pelajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Polres-Lampung-Selatan-konferensi-pers-penganiayaan-pelajar-58.jpg)