Penganiayaan Anak di Lampung Selatan

Penjelasan Disdik Lampung Selatan Terkait Kenakalan Remaja

Dinas Pendidikan dan PPPA Lampung Selatan menyebut ada beberapa faktor terjadinya kenakalan remaja. Salah satunya sedang mencari identitas.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Polres Lampung Selatan menggelar konferensi pers kasus penganiayaan pelajar, Selasa (23/1/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - Dinas Pendidikan dan PPPA Lampung Selatan menyebut ada beberapa faktor terjadinya kenakalan remaja.

Salah satunya sedang mencari identitas.

Hal itu dikatakan Kacabin Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Lampung Risna Intiza dan Kadis PPPA Lampung Selatan Rosa Resnipa dalam ungkap kasus penganiayaan terhadap pelajar di Aula GWL mapolres setempat, Selasa (23/1/2024).

Risna mengatakan, pihaknya telah membuar suatu program untuk mengantisipasi kenakalan remaja.

"Kami di dinas provinsi sudah meminta kepada pihak-pihak sekolah untuk membuat absen online yang dimana bisa terkoneksi dengan orangtua. Jadi orangtua dapat melihat kehadiran anaknya," katanya.

"Kami membuat absen online tersebut saat masuk dan pulang. Jadi orangtua bisa mengecek keberadaannya. Jadi anak tidak bisa bohong. Ngakunya ke sekolah, ternyata tidak sampai ke sekolah. Dan itu pulang juga diabsen lagi, jadi di tengah-tengah pelajaran anak tersebut tidak bisa pergi," sambungnya.

Sementara Rosa mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kenakalan remaja

"Faktor pertama karena mereka sedang mecari jati diri, krisis identitas. Maka dari itu, perlu peran orangtua, peran guru, peran para pendidik untuk mendidik. Tapi semua itu tidak terlepas dari peran orangtua dalam hal mengontrol kegiatan anaknya. Kita disini tidak bisa menyalahkan satu pihak namun ini tanggung jawab bersama," ujarnya.

"Karena mereka sedang krisis identitas. Sedang mencari identitas. Kami berharap pada orangtua untuk memberikan pemahaman formal baik itu kita namakan dari segi agama, segi sosial, etika. Itu yang harusnya ditanamkan para orangtua," sambungnya

Selain itu, Rosa menyebut kenakalan remaja saat ini bisa disebabkan karena faktor penyebab mereka tidak bisa memilih informasi yang baik dan benar.

"Efek dari digitalisasi saat ini. Media sosial ini kadang sering disalahgunakan oleh anak-anak kita untuk sesuatu hal yang negatif," katanya.

"Mereka sering mengambil hal negatifnya. Padahal banyak sekali hal positif yang bisa diambil dari media sosial. Ketika mereka berpikir untuk positif. Tapi kalau mereka berpikir untuk negatif maka tindakannya juga akan negatif," ujarnya.

Ia mengimbau kepada para pendidik untuk mengarahkan mereka ke kegiatan yang kreatif, yang berujung kegiatan positif.

"Kami mengimbau kepada para pendidik untuk mengarahkan para pelajar ke kegiatan yang kreatif dari media sosial yang berujung pada positif," ujarnya.

Seorang anak di Lampung Selatan berinisial NS (14) menjadi korban penganiayaan.

Akibat penganiayaan tersebut, NS mengalami luka serius di bagian kepala.

Berikut kronologi penganiayaan yang dialami NS.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin menggelar konferensi pers kasus penganiayaan terhadap pelajar berinisial NS, Selasa (23/1/2024).

"Kejadian penganiayaan terhadap anak di bawah umur tersebut berawal saat korban berjalan di Jalan Ibnu Hasyim Pasar Bawah, Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, Rabu 17 Januari 2024, sekira pukul 23.00 WIB," kata Yusriandi.

Pelaku penganiayaan diperkirakan berjumlah 20 orang.

Saat korban melintas dengan sepeda motor, tiba-tiba sekelompok orang melempar batu dan mengenai muka korban.

Korban pun terjatuh dari motornya.

Selanjutnya korban dikeroyok, dipukuli, dan dibacok dengan menggunakan senjata tajam.

Yusriandi menyebut, korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher, serta luka gores di bagian lutut kanan.

Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalianda untuk ditindaklanjuti.

Tekab 308 Presisi Polda Lampung bersama Kasubdit Jatanras dan Tekab 308 Presisi Polres Lampung Selatan serta Polsek Kalianda menyelidiki kasus tersebut.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Polres Lampung Selatan berhasil mengidentifikasi para pelaku yang diketahui para pemuda asal Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Kalianda.

Lalu tim melakukan langkah persuasif kepada salah satu terduga pelaku.

Kemudian pelaku memberikan keterangan bahwa terdapat lima orang yang melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban.

Selanjutnya polisi berhasil mengamankan para pelaku di kediamannya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved