Berita Lampung

Satgas TNBBS Cek Rekaman Kamera Jebak di Lokasi Warga Diterkam Harimau Sumatera

Satgas TNBBS berencana mengecek rekaman dari kamera jebak yang dipasang di lokasi warga Suoh Lampung Barat diterkam Harimau Sumatera.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Dokumentasi TNBBS
Petugas gabungan saat melakukan pemasangan kamera jebak dan cek TKP beberapa waktu lalu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Satgas TNBBS berencana mengecek rekaman dari kamera jebak yang dipasang di lokasi warga Suoh Lampung Barat diterkam Harimau Sumatera.

Hal itu dilakukan karena hingga saat ini satgas belum bisa mengidentifikasi harimau yang menyerang korban Gunarso warga Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Informasi rencana pengecekan kamera jebak untuk Harimau Sumatera itu disampaikan langsung oleh Kepala Resort TNBBS Kecamatan Suoh, Lampung Barat, Sulki.

“Hasilnya belum ada, hari Senin petugas gabungan berencana untuk kembali ke lokasi korban diterkam Harimau guna pengambilan kamera,” 

“Nantinya akan kita lakukan pengecekan terhadap hasil perekaman yang telah dilakukan sejak kamera itu terpasang,” jelasnya, Rabu (14/2/2024).

Sebelumnya, petugas gabungan BBTNBBS, Polri-TNI beserta masyarakat memasang dua kamera jebak pada lokasi warga Lampung Barat bernama Gunarso yang meninggal dunia akibat diterkam oleh harimau sumatera.

Pemasangan kamera jebak untuk harimau sumatera itu dilakukan tepatnya di areal perkebunan Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat titik koordinat UTM X 420544, Y 9415583.

Kabid Wilayah II Liwa TNBBS, Amri mengatakan, pemasangan kamera jebak di lokasi ditemukan jenazah korban itu dimaksudkan untuk identifikasi individu harimau sumatera.

“Selain itu kita juga memeriksa tanda-tanda keberadaan harimau sumatera di TKP, dan mengukur tapak kaki satwa yang ditemukan,” ujarnya, Sabtu (10/2/2024).

“Hasilnya ditemukan tapak kaki harimau satu panjang lima cm dan lebar enam cm. Tapak kaki harimau dua panjang enam cm dan lebar delapan cm,” terusnya.

Saat itu juga pihaknya kembali memeriksa dan mengambil bagian dari tubuh korban yang masih tersisa di lokasi.

“Kemudian sisa-sisa bagian tubuh korban tersebut dilakukan pengevakuasian untuk diserahkan kepada keluarga korban,” sebutnya.

Selain itu, jelas Amri, pihaknya juga telah menyimpulkan beberap lokasi kejadian yang ada di lahan kebun kopi warga.

“Lokasi korban diterkam satwa berada pada titik koordinat/ UTM X 420396, Y 9415622. Lokasi jenazah korban ditemukan berada di titik koordinat/ UTM X 420544, Y 9415583,” jelasnya.

“Jarak lokasi korban ditemukan ke Pal Batas kawasan TNBBS (TN 4509) sejauh 570 m. sedangkan jarak lokasi korban dengan desa terdekat sejauh 1,1 km,” terusnya.

Kemudian, lanjut Amri, untuk jarak lokasi korban diterkam ke lokasi jenazah ditemukan diperkirakan sejauh 150 m.

Atas kejadian ini, pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar selalu waspada terhadap keberadaan hewan buas yang diyakni masih berkeliaran ini.

Selain itu juga memberi sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menghindari konflik dengan harimau dan tidak melakukan aktivitas di lahan kebunnya sekitar TKP.

“Kira-kira selama satu minggu ke depan jangan melakukan aktivitas di lokasi igu guna menghindari perjumpaan/konflik dengan harimau sumatera,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang warga Suoh, Lampung Barat, Lampung bernama Gunarso (47) tewas diduga diserang harimau sumatera.

Korban yang diketahui merupakan warga Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat itu tewas diserang oleh harimau sumatera pada Kamis (8/2/2024) malam.

Peristiwa warga Suoh Lampung Barat yang tewas diserang oleh harimau sumatera ini juga dibenarkan oleh Kepala Resor TNBBS Suoh, Sulki.

“Telah terjadi konflik manusia dengan satwa liar yang diduga harimau sumatera. Itu terjadi tepatnya pada kamis malam,” ujar dia, Jumat (9/2/2024).

“Akibatnya korban atas nama Gunarso bin Saiun warga Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh meninggal dunia,” tambahnya.

Sulki menjelaskan, korban ditemukan meninggal dunia pada koordinat 48M 420424 9415941 areal marga Pekon Sumber Agung.

Korban ditemukan dengan keadaan luka pada kepala belakang, paha dan punggung yang diindikasikan akibat serangan harimau sumatera.

Ia menceritakan, kejadian berawal saat korban Gunarso yang pergi ke kebun sekira pukul 17.30 WIB.

“Namun karena sudah menjelang malam korban tak juga pulang ke rumah hingga keluarga memutuskan untuk mencari,” sebutnha.

Setelah dilakukan pencarian, lanjut Sulki, korban akhirnya dapat ditemukan namun keadaannya sudah meninggal bersimbah darah.

“Akhirnya korban dapat dievakuasi pada sekira pukul 22.30 WIB dan dilakukan visum oleh tim kesehatan Puskesmas Suoh,” jelasnya.

“Saat itu keluarga langsung memutuskan untuk memakamkan korban dan langsung dikebumikan di TPU setempat pada waktu itu juga,” terusnya.

Dari peristiwa ini, kini pihaknya bersama tim gabungan akan melakukan pengecekan lokasi kejadian yang diduga kuat adanya serangan harimau.

“Hari ini akan dilakukan cek TKP oleh Polsek BNS, TNBBS Resor Suoh, TNI, aparatur desa dan masyarakat setempat,” tuturnya.

“Kita cek untuk melihat tanda-tanda pendukung lain terkait satwa liar harimau yang berkonflik dengan manusia,” sambungnya.

Setelah dilakukan pengecekan dan ditemukan bukti kuat, baru pihaknya akan segera melakukan upaya mitigasi konflik. 

“Saat ini petugas dan masyarakat juga masih berjaga di sekitar rumah korban. Diharapkan warga untuk berhati-hati,” pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved