Berita Terkini Nasional
Jokowi dan Gibran Belum Keluar dari PDIP? Hasto Buka Suara Soal KTA
Benarkah Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, belum secara resmi keluar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan?
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Terungkap ternyata Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, belum secara resmi keluar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto juga tidak mengamini ataupun membantah kabar jika Jokowi dan Gibran masih berstatus anggota di partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Meski demikian, banyak yang menduga, jika Jokowi dan Gibran telah keluar dari PDIP, partai yang membesarkan nama keduanya.
Namun, hingga saat ini, belum terucap, baik itu dari pengurus partai maupun dari Jokowi dan Gibran, jika mereka telah resmi keluar dari PDIP.
Terbaru, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, buka-bukaan soal status keanggotaan Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka di partainya.
Hasto mengatakan, kader partai politik (parpol) memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemurnian suara rakyat.
Karenanya, kata dia, status keanggotaan bukan semata-mata memiliki kartu tanda anggota (KTA), melainkan perilaku dan sikap politiknya.
"Sehingga kader ini bukan dalam bentuk KTP dalam bentuk KTA. Kader ini adalah perilaku, satunya aspek-aspek ideologis, kemudian platform yang diperjuangkan dan juga sikap-sikap politiknya," kata Hasto di Gedung High End, Jakarta, Senin (19/2/2024).
Hasto tak berbicara banyak ketika ditanyai apakah PDIP sudah memecat Jokowi dan Gibran sebagai anggota.
"Sudah cukup ya, sudah ya," ujar Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud ini.
Status keanggotaan Jokowi dan putranya, Gibran memang dipertanyakan terutama karena perbedaan sikap politik di Pilpres 2024.
Di mana, Gibran telah mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.
Sementara di sisi lain, saat ini Gibran disebut-sebut masih terdaftar sebagai kader PDIP.
Presiden Jokowi yang juga sebagai kader PDIP disinyalir mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
Penjelasan Partai
Sebelumnya diberitakan, status Presiden Joko Widodo (Jokowi) di PDIP menimbulkan pertanyaan.
Ini buntut dari manuver keluarga Presiden Jokowi jelang Pilpres 2024 di mana mereka tak sejalan dengan PDIP.
Sebagaimana diketahui, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto.
Padahal seyogianya, jika mentaati aturan partai, Gibran seharusnya mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.
Kini majunya Gibran sebagai cawapres telah mendapatkan dukungan dari menantu Jokowi yang sebelumnya juga kader PDIP sekaligus Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Bahkan sebelum Gibran resmi dicalonkan sebagai wakil presiden, para relawan pendukung Jokowi telah mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo.
Alhasil, langkah dari keluarga asal Solo ini menjadi sorotan. Beberapa tokoh pun akhirnya buka suara perihal status keanggotaan Jokowi di partai berlambang banteng moncong putih itu.
Di sisi lain, mengenai status keanggotaan Gibran dan Bobby di PDIP sebelumnya telah dijelaskan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, yakni sudah tutup buku.
Kata Hasto
Ketika ditanya soal status keanggotaan Jokowi di PDIP, Hasto justru menjawab status pria berusia 62 tahun itu ialah Presiden Indonesia.
Kemudian, keberhasilan Jokowi sebagai Presiden ke-7 Indonesia akan dilanjutkan oleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Warisan Jokowi itu akan dilanjutkan oleh Ganjar-Mahfud dengan memperkuat penegakan hukum.
"Ya status pak Jokowi sebagai presiden RI. Kepemimpinan Ganjar-Mahfud ke depan justru mengambil saripati dari keberhasilan pak Jokowi, tetapi bergerak lebih cepat dengan spirit penegakan hukum yang lebih kuat," kata Hasto, Rabu (22/11/2023).
"Sehingga apa yang dilakukan pak Ganjar dengan blusukan, dengan sat-set menyelesaikan masalah rakyat dengan cepat, dan gaspol, itu menunjukkan suatu spirit dalam membangun kemajuan Indonesia kita," ungkapnya.
Hasto juga menjelaskan kelebihan dari Ganjar-Mahfud, yakni soal komitmen kepada wong cilik seperti petani dan nelayan.
Nantinya, sambung Hasto, Ganjar akan memperbaiki pendidikan di Indonesia karena itulah kunci dari kemajuan.
"Keberpihakan kepada petani, buruh, dan nelayan, mengangkat pendidikan kita agar kunci kemajuan itu dimulai dari pendidikan, itu yang dilakukan oleh Pak Ganjar," tegas Hasto.
Jawaban Gibran
Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka mengaku tak tahu-menahu soal status ayahnya di PDIP.
Ia lantas berujar, perihal masalah itu sebaiknya ditanyakan langsung kepada DPP PDIP.
"Bisa ditanyakan ke partai. Jangan ke saya dong," jelasnya saat ditemui di Solo Safari, Rabu (22/11/2023), dikutip dari TribunSolo.com.
Di sisi lain, ia juga menjelaskan belum pernah membahas masalah ini dengan Presiden Jokowi. Alhasil, Gibran tak tahu status orang tuanya di PDIP.
"Belum (ada pembicaraan). Kurang tahu," terangnya.
Penjelasan Puan
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menyebut status keanggotaan Jokowi di PDIP bisa saja dievaluasi.
Namun, putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, itu menegaskan bahwa mantan Wali Kota Solo itu masih bagian dari keluarga PDIP.
Puan juga menegaskan, partai akan tetap mendukung pemerintahan Jokowi sampai habis masa jabatannya pada 2024 nanti.
Pernyataan itu disampaikan Puan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (20/11/2023).
“Bisa saja posisi Jokowi di PDIP itu dibicarakan. Saya enggak tahu kalau bicara informal, kami bicara segala hal yang terkait dengan isu aktual," kata Puan dikutip dari WartaKotalive.com.
"Dan tentu saja isu-isu yang kemudian mungkin hanya bisa dibicarakan secara informal."
“Jadi, posisi sampai hari ini masih seperti itu,” ucapnya.
Serangan dan Sindiran Ganjar Pranowo kepada Jokowi
Di sisi lain, hubungan antara PDI Perjuangan (PDIP) dengan keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) mungkin tengah berada di titik nadir.
Pendukung kedua belah pihak 'saling serang' menyusul putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, resmi menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto.
Sebagaimana diketahui, PDIP adalah partai yang mendukung Jokowi ketika menjadi wali kota Solo, gubernur DKI Jakarta, hingga presiden dua periode.
Kini, pada Pilpres 2024, PDIP mendukung pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD.
Keputusan putra Jokowi menjadi pasangan politik calon rival Ganjar-Mahfud, yaitu Prabowo, mendapat respons keras dari PDIP.
Calon presiden (capres) yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo juga dianggap mulai melakukan serangan terhadap Presiden Joko Widodo.
( Tribunlampung.co.id / Tribunnews.com )
| Suami Bakar Istri saat Mau Salat, Korban Meninggal Luka Bakar 100 Persen |
|
|---|
| Polisi Amankan Pelaku Tabrak Lari di Kuningan, 2 Korban Meninggal Dunia Setelah Kecelakaan |
|
|---|
| Bantahan Menkeu Purbaya Soal APBN yang Viral Disebut Tinggal Rp120 Triliun |
|
|---|
| Pria Berseragam TNI yang Bawa Kabur 270 Kg Telur Akhirnya Diringkus, Modusnya Terkuak |
|
|---|
| Pengakuan Man Nekat Tusuk Kakek 59 Tahun, Korban Niat Nodai Anak Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Jokowi-dan-Gibran-masih-kader-PDIP.jpg)