Berita Lampung

Harga Beras Naik, Pengusaha Rumah Makan di Metro Dilema Naikkan Harga

Kenaikan harga beras mempengaruhi penjualan di rumah makan di Kota Metro, Lampung.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
 Pemilik Warung Makan Teteh di Metro, Ade Lismawati. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Metro - Kenaikan harga beras mempengaruhi penjualan di rumah makan yang ada di Kota Metro, Lampung.

Salah satunya diungkapkan Pemilik Warung Makan Bude Gendut, Kevin mengaku dirinya kebingungan dengan naiknya harga beras ini.

Ia berharap, pemerintah dapat melakukan tindakan terkait kenaikan harga beras tersebut.

"Harapannya ya Pemerintah ada tindakan ya mas," kata dia, Rabu (21/2/2024).

"Karena kita dari pedagang naikin harga gak mungkin," tambahnya.

Ia mengaku, pembeli di rumah makan miliknya didominasi mahasiswa.

Sehingga, ia keberatan apabila menaikan harga jual.

"Pembeli kebanyakan dari mahasiswa, jadi bingung juga," tuturnya.

"Intinya gimana caranya pemerintah buat ngatasin masalah beras ini yang semakin naik," imbuhnya.

Terpisah,Pemilik Warung Makan Teteh, Ade Lismawati mengatakan hal serupa.

Ia mengaku terkendala dengan naiknya harga beras di Metro.

"Terkendala juga beras naik, buat pedagang ya susah lah kaya gini," kata Ade.

"Dulu harganya Rp 12 ribu, sekarang sudah Rp 15 ribu ya," sambungnya.

Ade mengungkapkan, kenaikan harga beras ini turut berdampak ke penjualannya.

Terutama dalam menyesuaikan harga jual.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved