Kesehatan

Kenali Penyebab dan Cara Atasi Gangguan Makan Pica pada Anak

Gangguan makan pica adalah gangguan makan berupa makan makanan yang aneh, kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
dr Huminsa Ranto. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Gangguan makan pica adalah gangguan makan berupa makan makanan yang aneh.

dr Huminsa Ranto, Sp.A, M.Sc dari RSUD Sukadana mengatakan, makan makanan yang aneh maksudnya adalah makan makanan yang tidak lazim untuk dimakan seperti besi, tanah, dan sebagainya.

Meskipun suka makan makanan yang aneh, anak-anak dengan gangguan makan pica masih suka dengan makan makanan yang lazim dimakan.

Gangguan makan pica rentan dialami oleh anak-anak sejak usia 0 hingga 18 tahun.

Jika usianya sudah diatas 18 tahun mengalami gangguan makan, disebutnya bukan gangguan makan pica.

"Gangguan makan pada usia diatas 18 tahun, bisa jadi itu karena gangguan mental," kata dokter yang juga praktek di Rumah Sakit AKA Medica Sribhawono ini, Jumat (23/2/2024).

Paling banyak penyebab anak-anak mengalami gangguan makan pica adalah anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi.

"Selain kekurangan zat besi gangguan makan pica juga bisa disebabkan gangguan perilaku seperti hiperaktif, autis, dan sebagainya," ujar dokter yang sedang menempuh pendidikan di Konsultan Tumbuh Kembang Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Penyebab anak kekurangan zat besi adalah pada saat anak di dalam kandungan, ibunya kekurangan zat besi.

Itu sebabnya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sering menyarankan agar selama hamil ibu harus banyak makan makanan yang mengandung zat besi.

Makan makanan mengandung zat besi juga sebaiknya diberikan pada anak yang sudah memasuki usia makan, agar tidak kekurangan zat tersebut.

dr Ranto mencontohkan makanan yang mengandung zat besi seperti daging, ikan, kerang tiram, dan masih banyak yang lainnya.

Tak hanya itu kekurangan zat besi juga bisa disebabkan karena bayi lahir prematur.

"Untuk itu agar tidak kekurangan zat besi, sejak bayi berusia usia 0 bulan, dokter sudah bersiap memberikan zat besi," kata dokter yang akrab disapa dr Ranto ini.

Sedangkan pada bayi dengan berat lahir normal, dokter akan memberikan zat besi di usia 4 bulan, agar jangan sampai kekurangan zat besi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved