Berita Lampung

Pemkab Mesuji Bakal Kucurkan Beras SPHP Atasi Mahalnya Harga Beras 

Pemkab Mesuji bakal kucurkan beras SPHP dari bulog untuk atasi mahalnya harga beras di Kabupaten Mesuji.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Beras SPHP yang ada di warung.  

Diberitakan sebelumnya, harga beras disejumlah pasar yang ada di Kabupaten Mesuji terus mengalami kenaikan harga hinga diangka Rp 16.500 perkilogram nya, Rabu (21/2/2024).

Berdasarkan peninjauan tribunlampung.co.id di lapangan, kenaikan harga beras itu diakui oleh sejumlah pedagang sayuran dan sembako di Pasar Berasan Makmur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.

Kemudian mengenai pasokan berasnya, tidak mengalami kelangkaan dan tetap banyak pedagang yang menjual beras.

Menurut salah satu pedagang sayuran di Pasar Berasan Makmur bernama Butet harga beras tidak pernah mengalami penurunan harga dan hingga kini angka tertinggi beras yang dijualnya menembus angka Rp 16.500 perkilogram.

"Kalau kenaikan harga itu terus dan tidak pernah turun. Untuk harga tertinggi yang kami jual diangka Rp 16.500 perkilogram," ujarnya.

Butet menyebut satu bulan yang lalu harga beras yang dijualnya terus mengalami kenaikan harga, angkanya dikisaran Rp 300-500 rupiah per kilogram.

Bahkan ungkapnya, harga beras saat ini tidak pernah mengalami penurunan harga hampir satu tahun yang lalu.

"Dulu itu beras kan kami jual Rp 10 ribu per kilogram nya dan itu kami jual kayanya awal tahun 2023 sudah hampir lupa, artinya hampir satu tahun beras itu tidak turun diangka Rp 10 ribu," jelasnya.

Masih kata Butet, dari informasi yang beredar dimasyarakat  harga beras bakal terus mengalami kenaikan harga.

Dikatakan Butet walaupun harga beras saat ini terus mengalami kenaikan harga, untuk stok tidak terjadi kelangkaan.

Karena ia tetap bisa membeli beras untuk dijual jika barang dagangannya habis terjual.

Disisi lainnya, pedagang makanan di Desa Brabasan bernama Ardan pun mengeluhkan dengan tingginya harga beras yang beredar dipasaran.

Dari pengakuannya dengan harga beli beras Rp 15 ribu per kilogram membuat keuntungan menjual makanan menipis.

"Iya masih tetap untung tetapi nipis kalau beras yang biasa kami beli itu Rp 15 ribu per kilogram, bahkan infonya mau naik lagi," ungkapnya.

Ardan pun berharap harga beras bisa kembali normal diangka maksimal Rp 12 - 13 ribu per kilogram nya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved