Berita Lampung

Lahan Padi dan Jagung di Lampung Utara Terendam Banjir

Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara Tommy Suciadi mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.

Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dokumentasi Dinas Pertanian Lampung Utara
Sejumlah lahan pertanian di Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara terendam banjir. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Tingginya curah hujan membuat sejumlah lahan pertanian di Lampung Utara terendam banjir.

Seperti yang terjadi di Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara.

Sekitar 2 hektare sawah yang ditanami padi dan 1 hektare lahan jagung terendam banjir.

Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara Tommy Suciadi mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.

Ia menyebutkan, 2 hektare sawah dan 1 hektare lahan jagung terendam banjir akibat hujan lebat.

"Laporan terakhir, kalau untuk komoditas padi dan jagung itu ada tadi di Kecamatan Sungkai Jaya, Desa Cempaka Timur, itu ada 2 hektare tanaman padi yang sempat terendam banjir, sama jagung ada 1 hektare di sana," ungkapnya, Kamis (29/2/2024).

Ia menjelaskan, wilayah tersebut memang rawan banjir lantaran berdekatan dengan sungai.

"Memang kalau untuk di Cempaka Timur ini, di dekat aliran sungai. Harapan kita air cepat surut dan tidak merusak tanaman," katanya.

"Tapi nanti ada petugas yang ngecek ke sana, apakah padi itu gagal, rusak atau seperti apa. Nanti ada petugas kita," sambungnya.

Ia menjelaskan, akan terjadi kegagalan panen jika tanaman padi masih berumur muda.

"Untuk kemungkinan gagal panennya tergantung umurnya tadi. Kan kalau dia masih baru, biasanya tanamannya gampang terangkat," paparnya.

"Bahkan waktu kemarin musim hujan di wilayah Sungkai Jaya juga sempat gagal (panen) berapa hektare," tambahnya.

Kendati demikian, Dinas Pertanian tidak menganggarkan bantuan untuk petani yang mengalami gagal panen.

"Untuk bantuan gagal panen atau apa pun itu, kalau untuk tahun 2024 ini, memang tidak ada bantuan seperti itu," tuturnya.

Pihaknya hanya mendata tanaman yang mengalami kerusakan dan gagal panen akibat banjir.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved