Berita Lampung

Ini Penjelasan Pakai Topi Terbalik Agar Tak Diterkam Harimau di Lampung Barat

Masyarakat Suoh dan BNS Lampung Barat dianjurkan untuk memakai topi terbalik atau topi menghadap ke belakang ketika bertemu harimau.

Tayang:
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Dokumentasi Tribunnews.com
Ketua Satgas Konflik Harimau Suoh dan BNS Letkol Inf Rinto Wijaya buka suara terkait pemakaian topi terbalik untuk menghindari terkaman harimau di Lampung Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Baru-baru ini pemerintah Kecamatan Suoh dan BNS, Lampung Barat mengeluarkan surat edaran terkait imbauan untuk waspada terhadap keberadaan harimau meneror warga.

Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh masyarakat Suoh dan BNS Lampung Barat yang poinnya antara lain menghindari jam keluar harimau dan upaya pencegahan agar tidak terjadi konflik.

Salah satunya yaitu masyarakat Suoh dan BNS Lampung Barat dianjurkan untuk memakai topi terbalik atau topi menghadap ke belakang ketika bertemu harimau.

Upaya pemakaian topi terbalik ketika bertemu harimau itu memunculkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat apakah upaya tersebut efektif atau tidak untuk menghindari konflik.

Menanggapi pertanyaan masyarakat terkait upaya tersebut, Ketua Satgas Konflik Harimau Suoh dan BNS Letkol Inf Rinto Wijaya buka suara.

Pria yang merupakan Dandim 0422/LB ini menjelaskan, penggunaan topi terbalik itu berdasarkan hasil pengalaman yang terjadi di lapangan.

Sebab menurutnya, satwa liar harimau selalu menerkam mangsanya dari arah belakang tepatnya pada tengkuk atau leher belakang.

“Ketika ada mitos topi yang dibalik itu harapannya harimau salah sasaran, kalau menghadap depan kita ini bisa menghindar atau bisa melihat terkaman,” ujarnya, Sabtu (9/3/2024).

Menurutnya, dengan keadaan topi yang terbalik, harimau akan mengira manusia sedang berhadapan dengannya.

Sedangkan harimau hanya menyerang atau memangsa ketika lawan maupun mangsanya sedang membelakanginya.

Kebeneraan pasti terkait teori tersebut memang belum bisa dibuktikan, namun hal itu bisa dijadikan rujukan berdasarkan pengalaman yang terjadi.

“Jadi memang belum ada studi kasus yang membenarkan ini, tetapi kejadian dua korban yang diterkam itu rata-rata dari belakang,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Decis Maroba juga membenarkan perihal upaya tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Menurut Decis, mengenakan topi secara terbalik itu memang menjadi salah satu upaya pencegahan diserang harimau.

"Secara insting, harimau menerkam mangsa dari arah belakang ke tengkuk," katanya dihubungi dari Bandar Lampung, Kamis (29/2/2024).

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved