Advertorial

Tips Menghindari Penipuan Saat Belanja Online

Penting memiliki pengetahuan dan strategi untuk menghindari jebakan penipuan saat berbelanja di dunia maya atau belanja online.

Shutterstock
Ilustrasi belanja online - Tips menghindari jebakan penipuan saat berbelanja online. 

6. Waspadai Email dan Pesan yang Mencurigakan

Hati-hati terhadap email atau pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan Anda secara tidak langsung. Jangan klik tautan yang mencurigakan atau unduh lampiran dari sumber yang tidak dikenal, karena bisa jadi itu adalah upaya phishing atau malware.

7. Periksa Riwayat Transaksi dan Tagihan

Rutin periksa riwayat transaksi dan tagihan kartu kredit atau rekening bank Anda untuk memastikan tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Segera laporkan jika Anda menemukan transaksi yang tidak sah atau mencurigakan kepada pihak bank atau penyedia layanan pembayaran Anda.

Ciri-ciri Penipuan yang Marak Saat Belanja Online

1. Penawaran Terlalu Bagus untuk Ditolak

Penawaran dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar atau penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan seringkali merupakan tanda adanya penipuan. Penipu sering menggunakan harga murah untuk menarik perhatian konsumen tanpa memberikan barang yang sesuai dengan yang dijanjikan.

2. Website Tidak Aman atau Palsu

Website yang tidak memiliki sertifikat keamanan seperti HTTPS atau memiliki tampilan yang mencurigakan dapat menjadi indikasi bahwa itu adalah website palsu yang dibuat untuk melakukan penipuan. Pastikan selalu untuk memeriksa URL dan reputasi toko online sebelum melakukan pembelian.

3. Metode Pembayaran yang Mencurigakan

Penipu cenderung menggunakan metode pembayaran yang tidak aman atau tidak biasa seperti pembayaran melalui transfer bank langsung, uang tunai, atau pembayaran dengan kartu hadiah. Hindari transaksi dengan metode pembayaran yang tidak standar atau tidak terlindungi.

4. Informasi Produk yang Tidak Jelas

Deskripsi produk yang tidak lengkap atau tidak jelas, gambar produk yang tidak sesuai, atau informasi yang bertentangan dapat menjadi tanda bahwa penjual tidak jujur atau barang yang ditawarkan tidak asli.

5. Kebijakan Pengembalian yang Tidak Jelas atau Tidak Ada

Penjual yang tidak memiliki kebijakan pengembalian barang atau garansi yang jelas dapat menjadi indikasi bahwa mereka tidak bertanggung jawab terhadap kualitas barang yang mereka jual atau mereka berniat untuk menipu konsumen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved