Ramadan

Amalan-amalan Baik Selama Ramadan

Akhmad Ikhwani, L.c., M.A, Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung jelaskan amalan-amalan selama Ramadan.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Tri Yulianto
Istimewa
Akhmad Ikhwani, L.c., M.A, Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung jelaskan amalan-amalan selama Ramadan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Apakah amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan yang menjadi nilai tambah ibadah puasa Ramadan?

Jawaban:

Di bulan Ramadan ini terdapat amalan-amalan yang sangat dianjurkan yang menjadi nilai tambah bagi ibadah puasa. 

Di antara amalan-amalan tersebut adalah :

- Salat malam atau salat tarawih. 

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam  sangat menganjurkan shalat malam di bulan Ramadan, namun beliau tidak mewajibkannya. 

Beliau bersabda barangsiapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari dan Muslim).

- Bersedekah. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam  bersabda yang artinya sedekah yang terbaik adalah sedekah di bulan Ramadan (HR. Tirmidzi).

Bentuk sedekah dapat bermacam-macam, antara lain dengan memberi buka untuk orang-orang yang berpuasa. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam  bersabda, barangsiapa memberi makan buka kepada orang yang  berpuasa, maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang berbuka tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sama sekali.  (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Sedekah juga dapat dengan memberikan bantuan kepada mereka yang memerlukan.

- Membaca Alquran

Bulan Ramadan adalah bulan Alquran. Pada bulan mulia ini, sangat dianjurkan memperbanyak membaca Alquran. 

Di antara keutamaan membaca Alquran adalah sebagaimana disabdakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam  yang artinya siapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan, dan aku tidak mengatakan alif lam mim adalah satu huruf akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf (HR. Tirmidzi).

Wallahu a’lam.

Dr. H. Akhmad Ikhwani, L.c., M.A.

Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved