Berita Lampung

Warga Minta Jembatan Pekon Sampang Turus Wonosobo Tanggamus Dibangun Permanen

Warga meminta jembatan yang menghubungkan ke Pasar Wonosobo dan daerah lainnya agar dipermanenkan. 

Penulis: Bayu Saputra | Editor: taryono
Dok Nanang
Warga Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, meminta jembatan yang menghubungkan ke Pasar Wonosobo dan daerah lainnya agar dipermanenkan.  

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Warga Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, meminta jembatan yang menghubungkan ke Pasar Wonosobo dan daerah lainnya agar dipermanenkan. 

"Jembatan Pekon Sampang Turus hanyut terbawa arus sungai saat banjir, akibat hujan deras pada Kamis (11/4/2024) pukul 23.00 WIB sampai dengan pagi hari. Kami minta jembatan tersebut dipermainkan sehingga tidak hanyut lagi,"kata Nanang, warga Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, saat dihubungi Tribun Lampung, Sabtu (13/4/2024). 

Masyarakat merasakan terganggu aktivitasnya pasca jembatan dari kayu tersebut hanyut terbawa arus air sungai. 

"Kami terganggu aktivitasnya dikarenakan terputusnya satu satunya jembatan penghubung menuju ke pusat kota," kata Nanang. 

Para pemudik seperti dirinya sangat terganggu dengan terputusnya jembatan tersebut.

"Jembatan ini sudah sering kali dibangun, akan tetapi hanya menggunakan bahan dari pohon kelapa yang sehingga kapan waktu bisa terbawa arus aliran banjir," kata Nanang. 

Pihaknya selaku warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus harus lebih serius menangani masalah jembatan yang putus ini. 

"Kami ingin punya jembatan yang permanen dan jalanan yang bagus," kata Nanang, staf administrasi di kampus Pelayaran Tangerang ini. 

Ia mengatakan, masyarakat berharap setelah jembatan tersambung secara permanen  bisa memperlancar aktifitas masyarakat.

"Baik itu masyarakat umum, siswa yang akan sekolah, guru yang akan mengajar, dan para petani yang akan membawa hasil bumi ke kota untuk dijual," kata Nanang. 

"Kepada siapa lagi kami harus mengadu dan minta tolong agar jembatan ini dibangun secara permanen," kata Nanang, mantan guru SMP Negeri 22 Bandar Lampung ini. 

Tambat Hasmuni, yang merupakan guru mengatakan, jembatan tersebut terakhir dibangun pada Januari 2024.

Tetapi kelapa sudah tidak sampai lagi kerena kelebarannya sudah 12 meter.

"Kami guru-guru dan masyarakat Sampang Turus meminta agar pemerintah secepatnya membangun jembatan Way Sampang Turus kerena jembatan itu satu satunya akses menuju Pasar Wonosobo dan menuju ibu kota kabupaten," kata Tambat Hasmuni. 

Sedangkan hasil bumi yang ke luar dari Sampang Turus melimpah, seperti contohnya komoditi pisang, kelapa, pepaya dan hasil bumi yang lainnya.

Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan mengatakan, pihaknya berterima kasih dengan informasi yang disampaikannya tersebut. 

"Terima kasih informasinya, ini akan menjadi perhatiannya," kata Mulyadi. 

Mulyadi mengatakan, tim segera turun untuk mengecek jembatan yang putus tersebut.(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved