Menhub ke Lampung

Menhub Budi Karya Minta Pelabuhan Bakauheni Persingkat Waktu Bongkar Muat

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pengelola Pelabuhan Bakauheni mempersingkat waktu proses bongkar muat kapal selama puncak

|
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Pelabuhan Bakauheni untuk mempersingkat waktu proses bongkar muat kapal selama puncak arus balik Lebaran. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta pengelola Pelabuhan Bakauheni untuk mempersingkat waktu proses bongkar muat kapal selama puncak arus balik mudik Lebaran, 14-15 April 2024.

Budi mengatakan, proses bongkar muat kapal pada periode tersebut harus hanya maksimal 45 menit, penuh ataupun tidak kapal, kapal harus berangkat dari pelabuhan.

"Proses bongkar muat juga dipersingkat, 45 menit kapal harus jalan," kata dia, saat kunjungan ke Pelabuhan Bakauheni, Minggu (14/4/2024).

Penerapan itu untuk mencegah delay (penundaan) berlebih saat kapal di area dermaga.

"Jadi tidak ada tuh delay-delay yang tidak perlu," kata dia.

Batas waktu bongkar-muat itu, lanjut dia berkenaan dengan rencana pergerakan kapal yang sebanyak 146 kali sehari selama puncak arus mudik pada relasi Bakauheni - Merak.

Jumlah pergerakan kapal itu naik dari kondisi puncak arus balik biasanya uang sebanyak 131 kali sehari.

Puji Bakauheni

Menteri perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memuji penerapan sistem arus balik Lebaran yang dilakukan stakeholder di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Hal itu dikatakan Menteri perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat konfrensi pers di dermaga eksekutif, Pelabuhan Bakauheni, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (14/4/2024).

"Saya rasa penerapan arus di sini lebih baik. Karena ada jalan tol, ada jalinsum, jalintim. Ada berapa rest area yang dapat digunakan sebagai kantong parkir, maupun di jalan arteri. Jadi ketika terjadi antrean bisa digunakan," kata Budi.

"Ini merupakan bentuk keseriusan dari stakeholder terkait untuk mengantisipasi antrean di pelabuhan. Saya rasa penerapannya jauh lebih baik daripada di Merak kemarin," sambungnya.

Terkait sistem tiba, bongkar, berangkat (TBB) Budi menilai penerapannya sudah baik.

"TBB yang dilakukan di sini sudah baik. Terbukti sampai saat ini masih zona hijau. Padahal kita baru menerapkan TBB 3 saja," katanya.

"Jika nanti terjadi antrean kemungkinan kita akan menambah TBB dari 3 menjadi 5 dari 7," sambungnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved