Berita Lampung
Basarnas Lampung Kekurangan Personel Meski Tahun Ini 20 Orang Bergabung
Basarnas Lampung sangat minim personel dengan minimal 300 orang dan sekarang hanya 92 personel organik.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Basarnas Lampung sangat minim personel untuk aktifitas pelaksanaan operasional seluruh wilayah.
Kepala Basarnas Lampung Deden Ridwansah mengatakan, personel di Lampung saat ini sangatlah kurang dengan wilayah 13 kabupaten dengan 2 kota madya.
"Basarnas Lampung bisa dikatakan kekurangan personel dan kami tahun anggaran ini telah mendapatkan 20 anggota personel baru dari totalnya se Indonesia 1.700an orang," kata Kepala Basarnas Lampung Deden Ridwansah kepada Tribun Lampung, Jumat (19/4/2024).
Personel Basarnas Lampung idealnya untuk wilayah yang cukup luas ini sebanyak 300 orang.
Basarnas Lampung pada saat ini baru memiliki 92 orang petugas organik.
Tenaga pendukung total ada 111 orang dan saat ini sangat jauh dari kuota ideal kantor Basarnas.
Personel 3 orang telah ditempatkan di kantor pusat.
"Tapi kami bersyukur telah dibantu oleh teman-teman potensi SAR selama ini," kata Deden.
Sehingga tugas pelaksanaan bisa terlaksana dengan baik.
"Makanya perlu adanya kolaborasi dengan rekan-rekan tim potensi SAR," kata Deden.
Pihaknya melalui sinergitas dengan semua pihak, makanya selama angkutan lebaran (angleb) 2024 ada 2 orang korban kecelakaan laut.
Sebelumnya, pihaknya sebagai petugas Basarnas ke depan akan tetap melakukan pemantauan kesiap-siagaan.
Serta melakukan pemantauan secara berkesinambungan.
Sehingga ke depan siaga khusus ini bisa terkoordinasi dengan baik.
Adapun harapannya tidak ada lagi hal-hal yang menghambat berjalannya arus mudik dan balik.
Terutama melewati Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak atau sebaliknya.
Termasuk jalan tol dan jalan arteri di Provinsi Lampung.
Dengan berakhirnya pemantauan ini tentunya ada evaluasi secara internal, yakni yang harus diperbaiki ke depan agar jauh lebih baik.
Di antaranya sarana dan prasarana yang akan diusulkan kepada pemerintahan pusat dengan penambahan alat jetski.
Karena banyak pantai wisata yang disiagakan dan harus ada jetski.
Terkait pantai yang berbahaya dengan ombak tinggi di Lampung yakni diantaranya Pesisir Barat dan Tanggamus ada posnya juga.
Basarnas Lampung sampai saat ini belum bisa menempatkan pos pada setiap kabupaten kota, karena keterbatasan personel.
"Sehingga kami berkoordinasi dengan baik bersama dengan potensi SAR gabungan, sehingga daerah jauh dari lokasi bisa teratasi dengan hadirnya relawan SAR," kata Deden mantan Kepala Basarnas Bandung ini.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
Pemkab Pesawaran Salurkan Lima Motor untuk Penyandang Disabilitas |
![]() |
---|
Puluhan Rumah di Wonosobo Tanggamus Terendam Banjir dari Aliran 3 Sungai Besar |
![]() |
---|
Gempa Bumi 5,0 Magnitudo di Lampung Utara Tak Berpotensi Tsunami |
![]() |
---|
MPBI Lampung Tuntut Pemerintah Hapus Outsourcing hingga Tolak Upah Murah |
![]() |
---|
Forkopimda Lampung Tengah Tinjau Perbaikan Jalan di Gunung Sugih-Kota Gajah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.