Wawancara Khusus

Umar Ahmad Bicara Persiapan Pilgub Lampung 2024: Sebaik-baiknya Strategi Itu Menang

Kader PDIP Umar Ahmad akan ikut meramaikan Pilgub Lampung 2024 mendatang. Sejumlah strategi telah dipersiapkan mantan Bupati Tulangbawang Barat ini.

|
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Tribunlampung.co.id
Wawancara khusus Tribun Lampung dengan bacagub Umar Ahmad, Sabtu (1/6/2024). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kader PDIP Umar Ahmad akan ikut meramaikan Pilgub Lampung 2024 mendatang.

Sejumlah strategi telah dipersiapkan mantan Bupati Tulangbawang Barat ini dalam mengarungi tahapan Pilkada.

Selain persiapan Pilkada, Umar Ahmad juga menceritakan perjalanan politiknya hingga menjadi seperti sekarang ini.

Berikut sepenggal hasil wawancara khusus Tribun Lampung dengan bacagub Umar Ahmad, Sabtu (1/6/2024).

Saat ini apa kesibukan Anda untuk maju di Pilgub Lampung 2024 mendatang?

Kesibukan sekarang ini berbeda dengan kesibukan-kesibukan sebelumnya. Sebelumnya kesibukan lebih kepada memelihara bonsai, koleksi batu. Tapi sekarang ini lebih kepada memasifkan sosialisasi dan menghadiri undangan-undangan.

Seperti apa perjalanan politik Umar Ahmad?

Saya praktis gabung di partai politik dan ber-KTA sejak masih menjadi mahasiswa di tahun 2000-an. Dan sekarang menjadi ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan Lampung.

Sebelumnya saya juga pernah ikut nyaleg pada tahun 2009.

Kemudian sempat menjadi ketua DPRD satu setengah tahun.

Lalu saya diajak menjadi calon wakil bupati di Tulangbawang Barat sama Pak Bachtiar (Basri).

Baru dua tahun tujuh bulan jadi wakil bupati, Pak Bachtiar mencalonkan diri sebagai wakil gubernur dan terpilih.

Saya melanjutkan jadi Bupati Tulangbawang Barat. Kemudian di tahun 2017 saya mencalonkan diri kembali sebagai calon tunggal dan kembali jadi bupati tahun 2022.

Apa suka duka selama menjadi kepala daerah?

Ada perbedaan antara menjadi wakil dan bupati. Seperti waktu jadi wakil, saya seminggu hilang tidak ada rasa. Tapi ketika jadi bupati, sehari saja hilang rasanya saya harus kembali ke Tubaba.

Itu saya rasakan bentuk dari tanggung jawab atas amanah yang diberikan masyarakat. Saya rasa banyak suka dibanding duka karena banyak kemaslahatan masyarakat yang harus diperjuangkan dan itu bagian dari hobi saya juga.

Karena sekecil apa pun amanah yang diberikan masyarakat, ada tanggung jawab untuk kita.

Seperti apa kesiapan sejauh ini untuk Pilkada 2024?

Pada 1 Juni 2024, bertepatan Hari Lahir Pancasila, teman-teman relawan mendorong untuk mendeklarasikan bakal calon gubernur di Tugu Adipura.

Lokasi ini kita pilih karena sebagai simbol untuk menerima amanah dari masyarakat Lampung. Selain itu, saya sudah membangun komunikasi dengan beberapa partai politik di Lampung.

Bagaimana visi-misi Anda di Pilgub 2024?

Saya melihat Lampung itu tidak hanya tempat, tapi Lampung ini sebagai spirit. Jadi harus dimaknai dengan filosofi yang fundamental.

Mengapa kita disebut Lampung? Karena kita pegang prinsip piil pesenggiri. Dasar-dasar itulah yang dirumuskan untuk Lampung berkemajuan.

Setelah dirumuskan, muncullah visi-misi Mantra Berdaya, yang artinya Maju dan Sejahtera Berbasis Budaya, yang di dalamnya terdapat misi-misi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di tanah Lampung ini.

Terkait pencalonan, apa strategi yang akan dibawa?

Sebaik-baiknya strategi itu menang. Jadi bagaimana cara menang.

Beda lubuk, beda ikan. Itu akan diperjuangkan bagaimana mendapatkan hati masyarakat.

Kita selalu beri ide dan gagasan terhadap masyarakat untuk kemajuan Lampung dan sekarang saya ini banyak belanja di masyarakat.

Belanja keluhan, belanja ide, belanja gagasan, dan lain sebagainya.

Apakah ada wilayah khusus yang ditargetkan untuk kemenangan atau basis suara di beberapa kabupaten dan kota di Lampung?

Saya rasa semua wilayah sama. Intinya, bagaimana kita bisa mewakili seluruh lapisan masayarakat, karena wilayah tempur Pilkada itu tempat pemungutan suara.

Kita ingin hadir untuk mewakili masyarakat untuk memimpin kemajuan Lampung.

Pesan untuk masyarakat Lampung jelang Pilkada 2024?

Pertama, tujuan pokoknya adalah Pilkada harus berjalan tertib, aman, nyaman, membebaskan masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya.

Kemudian masyarakat harus membekali diri terhadap semua informasi bakal calon.

Jangan sampai kita memilih itu tidak mengetahui latar belakang para calon. Jadi jangan beli kucing dalam karung.

Galilah informasi seluas-luasnya para calon, termasuk saya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved