Berita Terkini Nasional
Muncul ke Publik, Pak RT di TKP Pembunuhan Vina Cirebon Dibela Jenderal
Sempat disebut menghilang saat kasus pembunuhan Vina Cirebon mencuat lagi, Pak RT yang ada di sekitar TKP akhirnya muncul ke publik.
Tribunlampung.co.id, Cirebon - Sempat disebut menghilang saat kasus pembunuhan Vina Cirebon mencuat lagi, Pak RT yang ada di sekitar TKP akhirnya muncul ke publik.
Kemunculan Pak RT yang diketahui bernama Abdul Pasren tersebut tak sendiri. Ia bersama putranya Muhammad Nurdhatul Kahfi, serta sejumlah tim kuasa hukum, yang satu di antaranya merupakan purnawirawan jenderal bintang satu.
Diketahui, Vina adalah gadis 16 tahun asal Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, yang tewas bersama kekasihnya, Eky, di Jalan Raya Talu, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu 27 Agustus 2016. Keduanya disebut menjadi korban penganiayaan geng motor.
Abdul Pasren, mantan RT 02/10, yang memberikan kesaksian dalam kasus Vina Cirebon pada 2016, akhirnya muncul ke publik.
Sebelumnya, dia telah lama menghilang.
Keberadaannya sempat menjadi misteri setelah kasus ini viral pada 2024.
Kemudian muncul dugaan Pasren memberikan kesaksian palsu untuk membebaskan anaknya, Muhammad Nurdhatul Kahfi, yang juga ditangkap bersama para terpidana lainnya.
Kini, Pasren dan Kahfi terlihat setelah tim kuasa hukum mereka menggelar konferensi pers di Cirebon, Senin (1/7/2024).
Meski awalnya tidak terlihat di dalam ruangan, keduanya akhirnya muncul di dalam mobil mewah warna putih yang hendak meninggalkan lokasi konferensi pers.
Awak media sempat mengabadikan momen tersebut saat pintu mobil terbuka, memperlihatkan Pasren yang mengenakan baju koko dan peci hitam, serta Kahfi yang mengenakan baju putih bermotif. Keduanya mengenakan masker.
Brigjen Pol Purn Siswandi, satu anggota tim kuasa hukum Pasren, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatan kliennya.
"Saya ingin menyampaikan bahwa Pak Pasren dan anaknya, Kahfi, dalam kondisi sehat," ujar Siswandi saat konferensi pers, kemarin.
Siswandi juga menunjukkan foto yang diambil pada 25 Juni 2024, saat Pasren dan Kahfi menandatangani surat kuasa, sebagai bukti bahwa keduanya dalam keadaan baik.
Selain itu, Pasren tetap konsisten dengan keterangannya pada 2016, menegaskan bahwa pada 27 Agustus 2016, lima terpidana tidak berada di rumahnya saat peristiwa kematian Vina dan Eki.
"Lima terpidana tidak tidur di rumahnya," ucapnya.
| Keluarga Ikhlas, Rahmat Julianto Dimakamkan di Kamboja Seusai Meninggal di RS |
|
|---|
| Aksi Brutal Mahasiswa Sekap Mahasiswa di Purwokerto, D Disundut Rokok dan Ditetesi Lilin |
|
|---|
| Siswa SD Diserang Kawanan Anjing Liar saat Asyik Bermain di Luar Rumah |
|
|---|
| Geger Bayi Dalam Tas di Teras Warga, Ada Pesan Menyentuh untuk Pemilik Rumah |
|
|---|
| Suami Syok Temukan Istri Berduaan dengan Pria Lain dalam Kamar, Tisu Bekas Berceceran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Muncul-ke-Publik-Pak-RT-di-TKP-Pembunuhan-Vina-Cirebon-Dibela-Jenderal.jpg)