Pengoplosan BBM di Bandar Lampung

Pengoplos BBM di Bandar Lampung Campur Bubuk Pewarna

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Mukhammad Hendrik Apriliyanto mengatakan, pelaku sengaja melakukan pencampuran bubuk pewarna agar terliha

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Barang bukti obil truk kuning berpelat BE8254OU yang digunakan untuk mengoplos dihadirkan di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (11/9/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pelaku pengoplos BBM di Bandar Lampung mencampur dengan menggunakan bubuk pewarna. 

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Mukhammad Hendrik Apriliyanto mengatakan, pelaku sengaja melakukan pencampuran bubuk pewarna agar terlihat menyerupai jenis BBM jenis Pertamax. 

"Pelaku Es ini berperan menyedot dan menggunakan mesin pompa alkon minyak jenis pertalite atau pertamax dengan minyak cong dicampurkan ke mesin tangki," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Mukhammad Hendrik Apriliyanto saat menggelar konpers di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (11/9/2024). 

Polisi dalam kasus pengoplosan BBM mengamankan dua truk, di antaranya truk Kopka Patra berlabelkan Pertamina dengan pelat kuning BE8072AAU dan truk kuning berpelat BE8254OU. 

Polisi juga mengamankan dua unit mesin pompa alkon, dua botol pewarna, satu botol pengukur suhu. 

Satu botol campuran Pertalite dan Pertamax, minyak Pertalite 1.000 Iiter, minyak Pertamax 1.500 Iiter dan minyak cong 2.000 Iiter. 

Dari hasil pemeriksaan pelaku melakukan operasi tersebut hampir setahun, dengan TKP Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi diedarkan di Lamtim.

"Kalau keuntungan belum ditaksir dan bos dari kedua pelaku ini masih dalam berinisial Lm," 

"Pelaku  seminggu bisa menjualnya 5.000 liter dan dijualnya BBM oplosan ini perliternya sesuai harga Pertamax yang dijual resminya Pertamina," pungkasnya.

Kerja Sama dengan Sopir

Pelaku pengoplos BBM di Bandar Lampung bekerjasama dengan oknum sopir dari mobil Kopka Patra berpelat kuning BE 8072 AAU. 

"Itu ada truk kuning itu berpelat BE 8254 OU dengan kapasitas sekitar 5.000 liter, kemudian minyak cong itu dimasukan ke dalam truk kuning tersebut di gudang di Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Mukhammad Hendrik Apriliyanto didampingi Kanit Tipiter Ipda Wahyu, saat konpers di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (11/9/2024). 

Ia mengatakan, pihak dari jasa transportir bekerjasama dengan Kopka Patra dihubungi pelaku. 

Sopir mobil Kopka Patra tersebut datang untuk disewa bersama dengan isinya Pertalite untuk dicampurkan. 

"BBM jenis pertalite itu dihasilkan dari pengecer-pengecer yang dikumpulkan hingga sebanyak 5.000 liter," tukasnya.

Pelaku mencampur BBM melalui selang ditarik ke bawah ke kempu atau wadah BBM sebanyak 2.500 liter. 

"Jadi di atas 2.500 pertalite itu dicampur dengan minyak cong," kata Kompol Hendrik.

Pelaku melakukan penjual bbm oplosan tersebut di pertahshop di Kabupaten Lamtim.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved