Berita Terkini Artis

Mata Edward Akbar Berkaca-kaca saat Ucap Sumpah Setia pada Kimberly Ryder

Edward Akbar berkaca-kaca dan terbata-bata saat menyampaikan pesan untuk sang istri, Kimberly Ryder. Ia sampaikan sumpah setia.

Editor: Kiki Novilia
Instagram @kimbrlyryder
Edward Akbar dan Kimberly Ryder. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta – Edward Akbar berkaca-kaca dan terbata-bata saat menyampaikan pesan untuk sang istri, Kimberly Ryder

Ia menyatakan sumpah setia pada Kimberly Ryder yang saat ini menggugat cerai. 

"Demi Allah, demi mama Teresa almarhumah mama saya, saya bersumpah semenjak saat kita nggak ketemu sampai hari ini, 

Saya hanya sendiri, berdoa, tidak ada perempuan lain. Saya tetap mendoakan kamu dan diri saya untuk diberikan hidayah... itu yang saya lakukan," kata Edward.

Dikatakan Edward, ucapannya ini bukan untuk mencari simpati publik.

Ia terus mengucapkan bahwa dirinya setia kepada sang istri.

Oleh karena itu, dirinya tak ingin asal bicara soal ibu dari dua anaknya itu.

"Tapi, intinya adalah saya tidak beralih. Saya tetap mendoakan, ibu dari anak-anak saya diberikan hidayah. Saya berusaha tidak tampil karena saya berusaha untuk tidak membuka aib ibu dari anak-anak saya. Itu yang saya coba jaga," katanya.

Edward mengaku memiliki banyak bukti tentang Kimberly.

"Bukti saya banyak. Ini kan proses hukum ada proses hukum yang dimulai dia, saya ini tergugat, saya juga di Polres sebagai saksi terlapor berarti kan saya yang secara tidak langsung," ucapnya.

Di akhir, Edward kembali mengatakan jika dirinya setia dan selalu mendoakan Kimberly.

"Demi Allah Kim, supaya kamu tahu saya nggak ada beralih ke perempuan lain dan lain-lain. Saya masih doakan kamu," tutupnya.

Bantah Lakukan KDRT

Edward Akbar membantah keras pernyataan Kimberly Ryder atas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kimberly Ryder menyebut pernah ditampar lalu disekap oleh Edward Akbar setelah sidang cerai di Pengadilan Agama Jakarta Pusat

Lantas Edward Akbar membantah melakukan KDRT yang dijelaskan dalam akun media sosialnya

"Saya tidak pernah/mungkin menyekap istri, apalagi ada anak-anak saya di rumah. Mana mungkin saya menyekap istri," ucap Edward Akbar.

Edward Akbar mengatakan jika bukti yang diucapkan Kimberly Ryder pada 16 oktober 2024 itu dan mengatakan hanya ucapan tak ada bukti kuat. 

Edward Akbar menyebut bukti yang disodorkan hanya buatan. 

"Buki yang di lontarkan oleh pihak penggugat pada sidang hari ini (Kamis 16/10/2024) oleh pihak penggugat hanya berupa lisan dan video dan foto buatan sendiri.

Ia mengatakan jika apa yang ditudingkan soal KDRT adalah kebohongan.

Fakta yang terjadi menurut Edward Akbar tidaklah demikian. 

"Ini kebohongan luar biasa, diplintir, kejadian yg ada dan fakta kebenaran sesungguhnya," katanya. 

Edward Akbar menyatakan dirinya punya cctv sebagai bukti bantahan tudingan ada penyekapan di Bali. 

"Dan saya punya CCTV lengkapnya banyak. kejadian penuduhan penyekapan di bali padahal sama sekali tidak ada penyekapan," 

Edward Akbar mengatakan, dirinya tak mungkin melakukan penyekapan.

"Saya tidak pernah/mungkin menyekap istri, apalagi ada anak-anak saya di rumah. Mana mungkin saya menyekap istri," tandasnya. 

Edward Akbar mengatakan akan berjuang dengan bukti CCTV yang dimilikinya. 

"Saya akan berjuang utk keadilan dan fakta yang ada. Bukti CCTV saya puluhan. Astaghfirullah. Istiqomah. Bismillah ya Rabb," harap Edward Akbar

Kimberly Ryder Mengaku Ditampar Lalu Disekap

Kimberly Ryder membawa ibu, adik juga ibu sambungnya sebagai saksi di sidang cerai itu. 

"Tadi saya bawa tiga saksi, yaitu ibu saya, adik saya Natasha Ryder, dan ibu sambung saya di Bali," kata Kimberly Ryder usai sidang.

Kimberly menyampaikan bahwa ibu kandung dan adiknya menceritakan kisruh rumah tangganya kepada hakim, hingga akhirnya muncul gugatan cerai.

"Saksi ketiga ibu sambung saya di Bali menceritakan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penyekapan yang terjadi di Bali," ucap berusia 31 tahun itu.

Kimberly mengungkapkan bahwa KDRT yang ia terima berupa wajahnya ditampar diduga dilakukan oleh Edward, serta perebutan handphone.

"Usai saya ditampar, saya ditalak sama Edward. Habis itu Edward mengganti gembok rumah dan mengambil semua kunci rumah supaya saya tidak bawa kabur anak-anak," jelasnya.

"Kemudian saya disekap lah sama anak-anak sama dia juga supaya tidak keluar rumah," sambungnya.

Kemudian, Kimberly menghubungi ayah kandungnya dan memberitahukan bahwa ia disekap oleh Edward di rumah.

Sang ayah datang dengan ibu sambungnya.

"Jadi ibu sambung saya datang ke rumah bawa polisi dari Polsek Payangan buat membuka pintu. Saat itu, saya disuruh pulang ke Jakarta tapi saya tetap di rumah di Bali," terangnya.

"Lalu Edward diusir dari rumah dan tidak boleh ketemu saya dan anak-anak," tambahnya.

Setelah itu, diakui Kimberly Ryder, komunikasinya terputus dengan Edward Akbar hingga akhirnya ia mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

"Sampai sekarang gak ada komunikasi. Saya blok tapi dia ganti nomor juga," ujar Kimberly Ryder

( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved