Berita Lampung

Kapolda Lampung Janji Berantas Narkoba di Jalur Perlintasan Sumatera

Sebagai gerbang Sumatera, Lampung sering dijadikan jalur perlintasan narkoba menuju daerah lain di Indonesia.

dok.Polda Lampung
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santik janji berantas narkoba di jalur perlintasan Sumatera. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menegaskan akan selalu profesional dan mendukung penuh upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran narkoba.

Sebagai gerbang Sumatera, Lampung sering dijadikan jalur perlintasan narkoba menuju daerah lain di Indonesia.

Pengungkapan kasus-kasus narkoba sejauh ini lebih banyak diekspos dari hasil penindakan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Terbaru Tim Ditresnarkoba Polda Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan 159 kilogram narkoba jenis Ganja di Sea Port Interdiction Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, pada Minggu lalu (3/11/2024).

Barang bukti ini dibawa oleh dua orang pria berinisial A dan Y.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika berjanji akan memberantas narkoba di Jalur Perlintasan Sumatera, Pelabuhan Bakauheni.

"Ya kami tidak main-main untuk mengungkap serta terus menerus melakukan pencegahan maupun pemberantasan peredaran Narkoba," ujae Helmy.

Ia menyebut, pengungkapan penyeludupan narkoba di Pelabuhan Bakauheni yang terbaru ini berkat kesigapan petugas yang di bantu dengan informasi masyarakat.

Dimana Ratusan kilogram ganja itu dibawa oleh dua orang pria asal Padang, Sumatera Barat yang hendak dikirimkan ke Tanggerang dengan satu unit mobil jenis Toyota Calya bernomor polisi BA 1686 AAI.

Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera ke Jawa dan sebaliknya, Ia menyebut Lampung sangat rentan menjadi perlintasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Volume kendaraan dan jumlah penumpang melalui pelabuhan penyeberangan ke Pelabuhan Merak, Banten, sangat besar setiap hari.

Jalur itu merupakan rute terdekat mencapai Jawa sehingga menjadi perlintasan favorit. 

"Di Lampung sendiri berbagai pengungkapan Narkoba selalu menjadi perhatian serius, seperti pengungkapan jaringan gembong narkoba Fredy pratama,yang pertama dari lampung hingga menyasar kepada oknum anggota, dan ini penangananya tidak pernah berhenti," ujarnya.

"Kami selalu berkalobrasi dengan mabes Polri serta stakeholder terkait seperti BNN dan pemerintah daerah juga TNI," sambungnya.

Pihaknya akam mengambil langkah tegas dalam mencegah ada aparat terlibat sebagai pelindung bandar narkoba.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved