Hipnotis di Lampung Selatan

Pelaku Hipnotis Incar Emak-emak di Lampung Selatan, Gondol 115 Gram Emas

Perhiasan emas yang dibawa kabur pelaku hipnotis tersebut punya emak-emak pemilik warung di Lampung Selatan, Sukeni (60).

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Polsek Kalianda, Polres Lampung Selatan datangi korban dan cari keterangan dari Sukeni yang jadi korban hipnotis hingga kehilangan gelang 115 gram. Pelaku Hipnotis Incar Emak-emak di Lampung Selatan, Gondol 115 Gram Emas. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung SelatanPelaku hipnotis menyasar emak-emak di Lampung Selatan hingga menggondol 115 gram emas perhiasan.

Perhiasan emas yang dibawa kabur pelaku hipnotis tersebut punya emak-emak pemilik warung di Lampung Selatan, Sukeni (60).

Pelaku hipnotis menadatangi Sukeni dengan berpura-pura menjadi pembeli sehingga korban tidak menaruh curiga.

Pelaku modus beli beras 10 Kg di warung Sukeni warga Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (7/11/2024) pukul 10.00 WIB. 

Namun korban tidak tahu jika pembelinya tersebut berniat jahat. Sedangkan Sukeni hanya seorang diri di warung, sementara anaknya di dapur. 

"Saat kejadian emak lagi jaga warung, sementara saya di dapur. Pelaku datang ke warung untuk membeli beras," kata anak korban, Idho (35).

Saat membeli beras tersebut, pelaku hipnotis tidak langsung membayar di warung.

Pelaku malah mengajak korban ke mobil yang diparkir di depan toko roti Roman Bakery untuk melakukan pembayaran beras.

"Alasan pelaku uangnya ada di mobil, emak juga diajak menuju mobil Terrios yang di parkir di depan Roman Bakery untuk mengambil uang bayar beras," ujarnya.

Setelah sampai di mobil, korban malah dipaksa masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil korban juga dipaksa untuk melepas perhiasan emas agar pintu mobil dibuka.

"Gelang emas itu disuruh buka oleh pelaku dan dibungkus tisu. Tapi sebelum emak diturunkan di lapangan Cipta Karya bungukusan tisu ditukar yang diisi emas palsu oleh pelaku," ungkapnya.

Korban yang merasa takut juga sempat ditenangkan oleh pelaku dengan mengaku sebagai tim sukses Calon Bupati.

"Emak juga dikasih amplop yang berisi uang senilai Rp 1 juta. Disuruh bagikan ke masyarakat, tapi pas sampai di rumah amplop tersebut berisi uang mainan," katanya.

Aksi hipnotis tersebut korban kehilangan dua gelang emas dengan total seberat 115 gram, kerugian korban mencapai Rp 160 juta.

Saat ini kasus hipnotis tersebut masih ditangani oleh jajaran Polsek Kalianda.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved