Hipnotis di Lampung Selatan

Emas 115 Gram Korban Hipnotis di Lampung Selatan Diganti Gelang Palsu

Sukeni (60) orang tua dari Idho Mai Saputra Wartawan Lampung Ekpose di Kalianda Lampung Selatan menjadi korban hipnotis.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Korban hipnotis di Lampung Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sukeni (60) orang tua dari Idho Mai Saputra Wartawan Lampung Ekpose di Kalianda Lampung Selatan menjadi korban hipnotis.

Aksi hipnotis dialamai Sukeni saat ia sedang melayani terduga pelaku yang membeli di warung miliknya.

"Pas itu dia beli beras ke warung"

"Mobilnya di parkir di Roman Bakery depan sana"

"Dia jalan sendirian. Dia beli beras. Ngasih uang Rp 100 ribu"

"Terus dia minta tolong ke saya untuk berasnya diantarkan ke mobilnya," 

"Lalu saya bawakan berasnya ke dalam mobilnya. Kemudian, saya disuruh masuk ke dalam mobilnya"

"Selanjutnya saya dibawa muter-muter tapi saya nggak tahu kemana. Dan akhirnya saya diturunin di Lapangan Cipta Karya," tukasnya, Kamis (7/11/2024).

Ia menyebut pelaku menggunakan minibus dan di dalam mobil ada tiga orang.

"Dia naik mobil Terios warna putih tanpa plat nomor. Di dalam ada 3 orang," ucapnya.

Ia mengatakan saat itu dirinya mengenakan perhiasan gelang yang terbuat dari emas seberat 115 gram.

Saat diturunkan dari mobil, ia masih termangu dan baru menyadari jika gelang emas miliknya telah berganti menjadi gelang imitasi.

Saat dirinya masih kebingungan, ia meminta tolong pedagang di tempat ia diturunkan untuk menghubungi keluarganya.

Pihaknya sudah mendatangi Mapolsek Kalianda untuk melaporkan kejadian kriminal yang barusan menimpa dirinya.

Anak korban, Idho Mai Saputra mengatakan, dirinya sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

Sebab, kata dia, ia juga berada di rumah namun tidak melihat wajah pelaku.

"Gua itu di rumah. lagi di dalam lagi ngurut. Emak lagi jaga warung di depan. Balik-balik ke dalam dia nangis, katanya dia di hipnotis orang," 

"Gua langsung hubungin temen-temen yang lain dan polisi. Siapa tahu mereka bisa nangkap pelakunya, siapa tahu pelaku belum jauh," tukasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved