Hipnotis di Lampung Selatan

Saksi Dapati Korban Hipnotis di Kalianda Lampung Selatan Pegang Bungkusan Uang Mainan

Titik penjualan makanan di Lapangan Cipta Karya, Kalianda temui Sukeni lewat depan warungnya lalu sapa dan bongkar bungkusan dibawa berisi uang mainan

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Titik penjualan makanan di Lapangan Cipta Karya, Kalianda yang juga saksi mata sempat melihat Sukeni dan tegur lalu bongkar bungkusan isi uang mainan 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Titik penjualan makanan di Lapangan Cipta Karya, Kalianda, Lampung Selatan yang juga saksi sempat melihat tatapan Sukeni kosong saat bertemu dengannya.

Lantas ia pun kaget setelah tahu Sukeni yang juga orangtua Idho Mai Saputra wartawan di Lampung Selatan menjadi korban hipnotis.

"Saya lihat dia jalan lewat depan warung saya. Saya lihat tatapannya kosong. Pas saya panggil awalnya dia nggak mendengar. Lalu, saya samperin dia, saya tanya dia mau kemama. Dia diam saja," ujar Titik.

"Lalu, saya tanya ibu darimana. Kata dia, dia dari Way Urang dekat Roman Bakery. Pas saya tanya ibu darimana dia jawab saya diturunin di sini sama orang," sambungnya.

Ia sempat melihat kendaraan yang menurunkan korban hipnotis tersebut.

"Saya sempat lihat mobilnya. Terios warna putih. Nggak ada nomor platnya. Kacanya sempat dibuka jadi saya sempat melihat orang yang ada di dalam mobil tersebut," ujarnya.

Ia menyebut ada tiga orang di dalam mobil yang membawa korban hipnotis tersebut.

"Saya lihat ada 3 orang di dalam mobil tersebut. Karena dia sempat lupa menaikan kaca mobilnya. Jadi saya sempat melihat mereka," ujarnya.

"Semuanya cowok. 2 di depan. 1 di belakang," sambungnya 

Namun, ia tidak melihat lebih jelas arah perginya kendaraan yang membawa korban hipnotis tersebut.

"Mobil itu lurus aja ke arah baypass. Tapi saya nggak melihat dia ke arah kiri atau kanan," katanya.

Kemudian, saat dirinya bertanya kepada korban hipnotis, ia mendapat sebuah benda yang ditaruh di dalam plastik.

"Saya tanya itu apa bu. Plastik yang dia pegang. Dia menjawab tidak tahu. Lalu, setalah dia buka isinya ternyata gelang, yang dibungkus dengan tisu. Dia merasa itu bukan gelangnya. Kemudian saat dia cek gelangnya yang dia rasa dia pakai ditangan kirinya sudah tidak ada," ujarnya.

"Lalu, di dalam plastik tersebut terdapat sebuah amplop. Di dalam ampolop tersebut ternyata uang mainan dengan pecahan Rp 3 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu," sambungnya.

Karena, kebingungan ia menyuruh temannya untuk mengantar korban hipnotis itu ke rumahnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved