Berita Terkini Nasional

Kisah Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Sang Istri Sedih

Istri Rouf, sopir truk yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut beruntun 17 kendaraan di Tol Cipularang, sangat sedih begitu mendengar musibah.

TribunBanten.com/Engkos
Tunah (33) istri dari Rouf, sopir truk trailer penyebab kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, saat ditemui di kediamannya di Desa Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (13/11/2024). Istri Rouf (44), sopir truk yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut beruntun 17 kendaraan di Tol Cipularang, sangat sedih begitu mendengar musibah yang menimpa suaminya. 

Pada saat kejadian, Rouf mengemudikan truknya di jalur paling kanan. Hal itu terlihat dari rekaman video dashcam mobil ambulans yang berjalan beriringan dengan truk trailer yang Rouf kemudikan.

Semula, ambulans tersebut menyalip truk dari jalur kiri. Saat sudah di depan, pada detik-detik menjelang kecelakaan, truk yang dikemudikan Rouf tiba-tiba melaju kencang dan menyalip ambulans.

Kamera dashcam ambulans merekam truk yang Rouf kemudikan menyeruduk belasan mobil yang berjalan lamban di depannya karena ada penyempitan ruas tol karena ada perbaikan aspal. 

Wadirlantas Polda Jabar, AKBP Edwin Affandi, menegaskan, sebagai sopir truk, Rouf seharusnya hafal dan tahu kondisi jalanan di Tol Cipularang.

Karenanya untuk keamanan, telah disediakan jalur pengaman untuk kendaraan seperti truk yang membutuhkan bantuan dalam kondisi jalanan menurun.

Jalur pengaman tersebut berguna untuk meminimalisir kecelakaan terjadi dalam situasi jalanan menurun atau menanjak.

Bangkai Truk Diperiksa

Di sisi lain, truk trailer yang diduga menjadi biang kerok kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92, Purwakarta, Jawa Barat diperiksa tim penguji, Selasa (12/11/2024) malam.

Truk bernomor polisi B 9940 JIN tersebut diketahui kini terparkir di pool derek Gerbang Tol Jatiluhur Purwakarta.

Tim yang memeriksa truk tersebut berasal dari dari Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta dan Agen Pemegang Merek (APM).

Pemeriksaan truk yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dilakukan untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan yang melibatkan 17 kendaraan tersebut.

Terlihat, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ban kendaraan, fungsi pengereman, bodi kendaraan, hingga permesinan.

Tim penguji memeriksa seluruh kelaikan kendaraan mulai dari rangka hingga sistem vital.

Sedangkan tim APM memeriksa standarisasi truk apakah sudah ada perubahan atau sudah ada modifikasi pada truk tersebut.

APM memeriksa secara rinci hal terkecil hingga posisi yang seharusnya sesuai pabrikan, sejumlah alat diturunkan untuk memastikan kondisi semua komponen truk.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved